Jumat, Januari 02, 2009

Konsep TumbuH KembAng anak

KONSEP TUMBUH KEMBANG ANAK
BY HERLINA, S.Kep

Interaksi dimensi
• Tumbuh : peningkatan jumlah dan ukuran sel
• Perkembangan : perubahan dan perluasan secara bertahap
• Maturasi : Peningkatan kompetensi dan adaptasi
• Differensiasi : sel-sel sec sistematis membentuk tugas dan karakteristik fisikal, kemikal sec spesifik

Pola-pola Tumbang
1. directional trend
• Cephalocaudal (head to tail)
• Proxcimo distal (near to far)
• diferentiation
2. Sequential trends
• Tahap-tahap dapat diprediksi
3. Developmental phase
• Lefel tahap-tahap pertumbuhan sebelum dan sesusah lahir
4. Periode sensitive



Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbang :
1. Biologis :
 Genetik
 Hormon
 Kimia
 Maturasi
 Teratogen
2. Psikologis : kasih sayang dan kesatuan
 Kepercayaan dasar
 Frekuensi ibu mendengar anak
3. Faktor sosial : sistem keluarga dan model ekologi

Periode pertumbuhan – Usia
 Prenatal periode
 Infancy periode
 Early childhood
 Midle childhood
 Later childhood

Tahap – tahap pertumbuhan
 Usia 4-7 bln BB 2 X BBL
 Usia 12 Bln BB 3 x BBl
 Usia 2.5 th BB 4x BBL
 Pra sekolah BB bertambah 2-3 kg/th
 Sekolah BB bertambah 2-3 Kg/th
 Remaja perempuan BB b+ 7-25 Kg
 Remaja laki-laki BB b+ 7-30 Kg
 < 6 bln TB bertambah 2.5 cm
 6-12bl B+ 1.25 cm (50%PBL)
 Tahun kedua bertambah 12 cm. Perkiraan TB adult 2 x Tb pada usia 2 thn
 Tahun ketiga bertambah 6-8 cm
 Pada usia 13 tahun = 3 x panjang lahir

Intelektual
 Sensori motor ( lahir – 2 th )
reflek primer
 Pre operational (2-7th)
• Konsep waktu
• Perspektif egosentris
• Representatif moral thd objek dan orang
 Concrete operational ( 7 – 11 th )
• Abstrak & simbolik
• Alternatif pemecahan
• dapat melacak urutan kejadian kembali ke awal
• Konsep dulu, sekarang, yang akan datang
• Konsep tinggi, volume, berat
 Formal operational ( 11 – 15 th )
• Mempertimbangkan pandangan lain
• Berpikir tdk dibatasi kadaan aktual
• Orientasi altruistik (kejujuran & keadilan)
• Sistem nilai sendiri
• Kesimpulan deduktif & induktif

Psikososial
 Trust VS Mistrust (lahir – 1 th)
• Interaksi pemberi asuhan
 Autonomi VS Shame and Doub ( 1-3th)
• Tugas perkembangan: belajar asertif
• Ortu- agen pensosialisasi peran dasarnkonduksi
 Initiative VS Guilt (3-6th)
• Perkembangan hati nurani
• Peran or-tu – supervisi & pengarahan
 Insdustry VS Inferiority ( 6-12 th )
• Tugas perkembangan – mengembangkan rasa adekuat terhadap kemampuan dan kompetensi pd saat ada kesempatan
• Krisis perkembangan – rasa tdk percaya diri
• Peran ortu – figur kurang bermakna, grup lebih dominan
 Identity and repusition VS Confusition (12-18th)
• Tugas perkembangan- keyakinan unik diri sendiri
• Krisis- difusi peran
• Peran ortu – dapat konflik

Psikoseksual
 Oral-sensori ( lahir – 1 thn )
• Berfokus pada tubuh – mulut,
• tugas perkembangan – gratifikasi kebutuhan dasar(mak,kehangatan, kenyamanan )
• Ketrampilan koping umum : mengisap, menangis,dll sbg resdpon iritan
• Kebut seksual: menggenaralisasi sensasi tubuh
• Bermain – sdtimulasdi taktil
• Krisis perkembangan- penyapihan
 Anal – Uretral ( 1 – 3 th )
• Fokus tubuh – area anal
• Tugas perembangan – mengatur defekasi dan urinasi
• Krisis perkembangan – toilet training
• Kebutuhan seksual – sensasi menyenangkan fungsi ekretori
• Bermain - sering bermain dengan eksreta (feses)
• Peran ortu – membantu kontinensia tanpa kontrol ketat
 Phalic – Locomotion ( 3 – 6 th)
• Fokus tubuh- genital
• Tugas perkembangan – kesadaran organ dan minat seks
• Bermain peran
 Latency ( 6-12 th )
• Fokus tubuh – masalah seksual mjd < disadari
• Tugas perkembangan – integrasi pengalaman dan reaksi seksual masa lalu
• Krisis perembangan – mshl seksual
• Peran or-tu pendidikan aturan dan norma
 Genetaly (12 – 18 th)

Kepribadian
Perkembangan moral dimulai pada usiatodler
 Preconventional
 Konsep tentang benar –salah terbatas
 Anak menirukan sikap dan praktek keagamaan
 Convensional (usia sekolah)
 Pengertian moralitas anak ditentukan oleh aturan dan tata tertib dari luar
 Hubungan dan kontak dengan figur otoritas mempengaruhi bwnar – salah
 Pengertian benar – salah anak ketat dan kaku
 Pasca convensional
 Tidak secara universal dicapai oleh remaja
 dapat menerapkan ideal diri pada keadaan moral yang sulit
 Latency ( 6-12 th )
 Anak pra sekolah melihat aturan sebagai hal yang kaku
 Konsekuensi negatif dilihat sebagai hukuman kelakuan buruk
 Orang tua dilihat sebagai otoritas tertinggi untuk menetapkan benar-salah
 Mulai mendalami pengertian benar-salah
 Genetaly (12 – 18 th

0 komentar:

Poskan Komentar