Selasa, Mei 05, 2009

Sistem Ekskresi Manusia

0 komentar
Fungsi Sistem Ekskresi
Membuang Sampah hasil metabolisme
Karbondioksida (CO2) – Paru-paru
Racun, Sampah nitrogen - Ginjal
Obat-obatan - Ginjal
Keringat – Kulit
Empedu - Hati

Ginjal - Fungsi Sistem Urinaria
Membuang sisa metabolisme :
Sampah nitrogen
Obat-obatan
Racun
Mengatur :
Keseimbangan Air dalam tubuh
Kandungan elektrolit
Asam –Basa cairan darah
Tekanan darah
Produksi sel darah merah
Pengaktifan vitamin D



Organ Sistem Urinaria
Ginjal
Ureter
Kantung Urin
Urethra

Lokasi Sistem Urinaria
Terletak di bagian dorsal tubuh
Ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri
Bagian atas ginjal terdapat kelenjar adrenal

A. Struktur Ginjal
Kapsul ginjal
Korteks Ginjal – daerah luar
Medula Ginjal – daerah dalam
Pelvis Ginjal – saluran pengumpul

Aliran Darah Di Ginjal
Nefron
Unit struktural dan fungsional penyusun ginjal
Ginjal manusia disusun oleh 1 juta nefron
Tempat terjadinya pembentukkan urin
Terdiri dari 2 komponen utama :
Glomerolus
Tubulus ginjal

Badan Malphigi
Glomerolus
Merupakan kapiler yang berbentuk bola berjaring
Berhubungan dengan arteriola (pemeliharaan tekanan darah)
Arteriola afferen lebar
Arteriola efferen sempit

Lanjutan …
Fungsi : Penyaringan / filtrasi cairan darah

Tubulus Ginjal
Terdiri dari :
Bagian tubulus yang mengelilingi glomerolus disebut kapsul Bowman
Tubulus proksimal
Lengkung Henle
Tubulus Distal

Tipe-Tipe Nefron
1. Nefron Kortikal
Terletak di bagian korteks ginjal
Sebagian besar nefron termasuk ke dalam tipe ini.


2. Nefron Juxtamedular
Terletak di bagian medula ginjal

Kapiler Peritubuler
Kelanjutan dari arteriola efferen glomerulus
Normalnya, memiliki tekanan darah yang rendah
Ujung kapiler bermuara pada venula
Hampir menempel sepanjang tubulus ginjal
Mengabsorbsi kembali zat-zat tertentu dari tubulus pengumpul

Pembentukkan Urin
Urin terbentuk melalui 3 tahap :
1. Filtrasi 2. Reabsorpsi 3. Sekresi/Augmentasi

Filtrasi
Proses penyaringan darah yang kurang selektif.
Air, ion dan zat makanan serta zat terlarut di keluarkan dari darah ke tubulus proksimal.
Sel darah dan beberapa protein tetap berada di dalam darah.
Terbentuk filtrat primer di tubulus proksimal.

Reabsorpsi
Urin primer yang terbentuk di tubulus proksimal terdiri dari :
Sebagian besar air
Glukosa dan Asam Amino
Ion
Kemudian zat tersebut kemudian diserap oleh kapiler peritubuler secara aktif dan pasif.
Penyerapan terjadi di sepanjang Tubulus proksimal, Lengkung Henle, dan tubulus distal.

Proses Reabsorpsi

Sedangkan zat lainnya, yaitu sampah nitrogen berupa :
Urea
Asam Uric
Kreatinin
Beberapa Air
Akhirnya terbentuklah urin sekunder.

Sekresi – Augmentasi
Terjadi di Tubulus Distal
Beberapa zat keluar dari kapiler peritubuler ke tubulus ginjal.
H+, Ka+ dan ion potassium
Creatinin
Racun dan obat-obatan
Akhirnya urin sekunder dan senyawa diatas bergabung membentuk urin lalu bergerak menuju tubulus pengumpul untuk dikeluarkan.

Pembentukkan Urin
B. Ureter
Saluran antara ginjal dengan kandung kemih
Jumlah sepasang
Fungsi : membawa urin dari ginjal ke kandung kemih
C. Kandung Kemih
Merupakan kantung yang berfungsi untuk menampung urin sementara
Disusun oleh lapisan otot polos
Berhubungan dengan uretra
D. Uretra
Saluran yang membawa urin keluar dari tubuh
Pada wanita hanya dilalui urin saja, sedang pada pria selain dilalui urin juga dilalui sel kelamin jantan

Pengaturan Pembentukkan Urin
KELAINAN PADA SISTEM URINARIA
Batu Ginjal : adanya batu dari endapan kalsium dan garam pada pelvis ginjal.
a. Penyebab : sering menaham urin dan kurang minum

2. Diabetes Mellitus : Pada urinnya mengandung glukosa. Hal ini karena adanya kadar gula di dalam darah yang tinggi.
3. Diabetes Insipidus : Sering buang air besar yang hebat (sampai 20-30 kali). Terjadi karena kekurangan hormon ADH.

SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN
Contoh : Ikan
Ikan memiliki mekanisme ekskresi dipengaruhi oleh tempat hidupnya
Ikan air tawar memiliki cara ekskresi yang berbeda dengan ikan air laut, dalam hal pembentukkan urinnya
Ikan Air Laut
Tubuh ikan laut lebih hipotonis dari air laut sehingga air banyak yang keluar dari tubuh.
Akibatnya ikan laut banyak minum air laut untuk menutupi kehilangan air yang besar
Urin yang dihasilkan sedikit dan pekat
Ikan Air Tawar
Tubuh ikan air tawar lebih hipertonis dari lingkungannya sehingga air banyak yang masuk lewat permukaan tubuhnya.
Akibatnya ikan air tawar sedikit minum air.
Urin yang dihasilkan banyak dan encer


PERILAKU ORGANISASI

0 komentar
MATERI 8 PERILAKU ORGANISASI
KEPEMIMPINAN: EFEKTIVITAS & KEKUASAAN
DEFINISI PEMIMPIN & KEPEMIMPINAN
A Leader is an individual who influences others to act toward a particular goal or end-state (Judith R. Gordon)
Leadership is the ability to influence a group toward the achievement of goals (Stephen P.Robbins)
Managerial Leadership is a process of directing and influencing the task-related activities of group (Ralph M. Stogdill)
BEBERAPA STUDI AWAL TENTANG KEPEMIMPINAN
IOWA LEADERSHIP STUDIES (1937)
Tujuan : melihat pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap kepuasan, frustrasi dan agresi.
OHIO STATE LEADERSHIP STUDIES (1945) : Melihat dimensi kepemimpinan.
EARLY MICHIGAN STUDIES ON LEADERSHIP STYLES (1947) : melihat gaya kepemimpinan dan produktivitas.




PERKEMBANGAN STUDI KEPEMIMPINAN
The Great Man Theory
Trait Theory
Group & Exchange Theory
Situational Theory
Path- Goal Theory


THE GREAT MAN THEORY
Menurut teori ini orang bisa berhasil menjadi pemimpin yang baik, karena memang dilahirkan demikian.
Sebab kemunculan The Great man theory :
1. Anggapan / keyakinan sebagian masyarakat.
2. Sebagai konsekwensi dari anggapan studi awal tentang kepribadian yang diyakini sifatnya bawaan.
TRAIT THEORY (KEITH DAVIS)
4 CIRI UTAMA PEMIMPIN YANG BERHASIL
INTELEGENSIA
KEMATANGAN SOSIAL
INNER MOTIVATION
HUMAN RELATION ATTITUDE
CIRI-CIRI PEMIMPIN SUKSES ( STOGDILL; 1974)
Adaptable to situations
Alert to social environment
Ambitious and achievement oriented
Assertive
Cooperative
Decisive
Dependable
CIRI-CIRI PEMIMPIN SUKSES (Lanjutan)
Dominant (desire to influence others)
Energetic (high activity level)
Persistent
Self-Confident
Tolerant of Stress
Willing to assume responsibility

SKILLS PEMIMPIN SUKSES (STOGDILL; 1974)
Clever
Conceptually skilled
Creative
Diplomatic and tactful
Fluent in speaking
Knowledgeable about group task
Organized (administrative ability)
Persuasive
Socially Skilled
GROUP & EXCHANGE THEORY
Hubungan antara pemimpin dan pengikut pada dasarnya bersifat “exchange” pertimbangan untung/rugi.
Komitmen akan muncul dari pengikut jika pemimpin memberikan exchange positif (rewards).
Pemimpin harus lebih banyak memberikan rewards daripada beban (cost).
SITUATIONAL THEORY (FIEDLER)
Efektivitas pemimpin tergantung pada situasi.
Situasi kepemimpinan :
1. Favorable
2. Unfavorable
Dalam situasi yang sangat favorable dan sangat unfavorable yang efektif adalah gaya “task directed”.
Dalam situasi yang moderate Favorable dan moderate unfavorable yang efektif adalah gaya “human relations”.
PATH-GOAL LEADERSHIP THEORY (ROBERT HOUSE)
Menjelaskan dampak gaya kepemimpinan terhadap motivasi, kinerja dan kepuasan.
Gaya kepemimpinan : Directive, Supportive, Participative, Achievement Oriented.
Seorang pemimpin dapat saja menunjukkan tipe kepemimpinan yang berbeda dalam situasi yang berbeda.
EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN
KEPRIBADIAN
PENGALAMAN
HARAPAN PEMIMPIN
HARAPAN DAN PERILAKU ATASAN
KEBUTUHAN TUGAS
HARAPAN DAN PERILAKU REKAN
KARAKTERISTIK, HARAPAN & PERILAKU BAWAHAN
IKLIM DAN KEBIJAKAN ORGANISASI
POWER & INFLUENCE DALAM KEPEMIMPINAN
Influence is merely the effect of one party (the “agent”) on another (the “target”).
Power refers to an agent’s capacity to influence a target person.
Hubungan :
1. Pengaruh muncul karena ada power
2. Kekuatan Pengaruh tergantung besarnya
Power / Kekuasaan yang dimiliki.
KETERLIBATAN POWER DALAM ORGANIASI
REORGANIZATIONS
PERSONAL CHANGES
BUDGET ALLOCATIONS
PURCHACE OF MAJOR ITEMS
ESTABLISHING PERFORMANCE STANDARDS
RULES AND PROCEDURES
SUMBER POWER DALAM ORGANISASI
POSITION POWER
PERSONAL POWER
POLITICAL POWER
POSITION POWER
Formal Authority : Legitimate Power
Control Over Resources and Rewards : Reward Power
Control Over Punishment : Coercive Power
Control Over Information
Control Over The Physical Work Environment.
PERSONAL POWER
Expertise : Expert Power
Friendship / Loyalty : Referent Power
Charisma
Reputation
Performance

OUTCOME PENGGUNAAN POWER
COMMITMENT :- Internally agree
- Enthusiastic
- Great Effort
COMPLIANCE : - Willing to do
- Apathetic
- Minimal Effort
RESISTANCE

BENTUK-BENTUK RESISTANCE
Make excuses about why the request cannot be carried out.
Try to persuade the agent to withdraw the request.
Ask higher authorities to overrule the agent’s request.
Delay acting in the hope that the agent will forget about the request.
Make a pretense of complying but try to sabotage the task
Refuse to carry out the request.
POWER & OUTCOMES
Power Komit Patuh Nolak

Referent Likely Possible Possible
Expert Likely Possible Possible
Legitimate Possible Likely Possible
Reward Possible Likely Possible
Coercive Very Possible Likely
Unlikely
PROCES POLITIK UNTUK MEMBANGUN POWER
CONTROL OVER DECISION PROCESS
COALITIONS
CO-OPTATION
(By. Gary A. Yukl)
STRATEGI & TAKTIK MEMBANGUN POWER
BEING IN THE RIGHT UNIT
ENERGY AND PHYSICAL STAMINA
FOCUS
SENSITIVITY TO OTHERS
BEING EARLY & MOVING FIRST
“THE WAITING GAME”
CHANGING THE STRUCTURE
PHYSICAL SETTING
TAKTIT MEMBANGUN PENGARUH
RATIONAL PERSUASION
EXCHANGE TACTICS
LEGITIMATE REQUEST
PRESSURE TACTICS
PERSONAL APPEALS
SAAT POWER HILANG DARI SEORANG PEMIMPIN
TIME CHANGE- PEOPLE DON’T
EASY COME, EASY GO
BAD REPUTATION AND PERFORMANCE.

demografi

0 komentar
DEMOGRAFI
Pengertian dan definisi:
Bhs Yunani
DEMOS : Rakyat (penduduk)
Grafein : Menulis.
Demografi : Tulisan /karangan tentang
rakyat /penduduk.
Istilah I : Achille Guillard, 1885
Elements De statistique Humaine
on demographic compares.
……Mempelajari segala sesuatu dari kead dan sikap manusia yg dapat diukur.


Definisi
Ilmu yang mempelajari secara statistik & mathematik ttg besar, komposisi dan distribusi penduduk dan perubahan- perubahan nya sepanjang masa mll bekerjanya 5 komponen demografi yaitu: kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.
(Donald J Boque)

Demografi mempelajari ttg jumlah, persebaran teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan perubahannya dan sebab sebab perubahan tersebut.
(Philip M. Houser & Dudley Duncan).

Jadi dapat disimpulkan.
Demografi adalah Ilmu yang mempelajari persoalan dan keadaan perubahan penduduk, atau dengan kata lain segala hal ihwal yg berhub dgn komponen komponen perub tsb spt:
Kelahiran, kematian, migrasi, sehingga menghasilkan suatu kead dan komposisi pddk menurut umur dan jenis kelamin ttt.
Ruang lingkup
John Graunt, bapak demografi,
Dalam Bukunya natural and political observations….Made Upon the bill of mortality
Menemukan batasan batasan umum tentang:
kematian(mortality,)kelahiran (fertility), migrasi,dan perkawinan dalam hubungan dengan proses penduduk. Sehingga mencetuskan hukum hukum ttg pertumbuhan penduduk.

Thn 1937—ada kongres masalah kependudukan di Paris membuktikan scr matematik ada hub antar unsur demografi spt: kelahiran, kematian,jenis kelamin& umur ---- disebut PURE Demografi utk cabang Ilmu demografi yg sifatnya analitik-matematik.
Pure demografi-menghasilkan tehnik menghitung data kependudukan,sehingga diperoleh perkiraan pddk dimasa yg akan dtg dan masa lampau.

Mengapa proses tsb terjadi?
Perlu social Demography/kependudukan sebagai penghubung antara penduduk dgn sistem sosial.
jadi determinant &konsekuensi dari pertambahan pddk harus dianalisa sehingga mengerti tentang dinamika penduduk

Jadi yang dibahas dalam demografi adalah:
Pure demografi & kependudukan.
Data demografi, pengukuran,tehnik &model dan analisa determinant &konsekuensi dari pertambahan pddk tdk terlepas dari variabel non demografi (Ekonomi, sosiologi,geografi,psikolog,politik dsb. Merup interdiciplinary science
Tujuan demografi
1.Mempelajari kuantitas & distribusi pddk dalam suatu daerah tertentu.
2.Menjelaskan pertbhan masa lampau, penurunan, persebarannya dg data yang tersedia.
3.Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam macam aspek organisasi sosial.
4.Mencoba meramalkan pertumbuhan pddk dimasa yad, kemungkinan2 dan konsekuensinya.


Pengetahuan kependudukan berguna utk:
Pemerintah& Swasta dlm merencana:
Pendidikan,perpajakan,kemiliteran,kesejahteraan,sosial, perumahan, pertanian, Rs, pertokoan, pusat rehabilitasi.
2.Utk mengetahui berkembangnya perekonomian suatu negara( pertbhan lap kerja, prosentase pddk yg ada disektor pertanian,industri& jasa.
3. Untuk melihat peningkatan standar kehidupan :
(tingkat harapan hidup rata rata pddk.
Dinamika kependudukan
Pertumbuhan penduduk menyebabkan perubahan jumlah penduduk.
Merupakan keseimbangan yg dinamis.
antara:


Pertbhan pddkberpengaruh pada jumlah pddk dunia & susunannya.
Pertbhan pddk dipengaruhi :
Kelahiran (fertilitas)(bayi lahir +)(bayi Meninggal -)
Kematian (mortalitas)
Inmigration (imigrasi)
Out migration (Emigration)

Selisih antara kelahiran dan kematian disebut nature increase/ reprodutif change.

Selisih antara inmigration & out migration – net Migration.
Imigration = Pendatang
Out Migration = keluar.


Jadi pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh :
reproduktive change & net Migration.
Mengetahui pertbhan pddk dgn membandingkan ant 2 sensus.
Slang waktu 5- 10 tahun.
PT = P0 + (B – D) + (M1 – M0).
P0 = jlh penduduk waktu terdahulu (tahun dasar)
Pt = jlh pddk sesudah nya.
B = Kelahiran antara 2 kejadian.
D = jlh kematian ant 2 kejadian.
M1 = migrasi masuk.
M0 = migrasi keluar.
Growth rate :
CBR + CDR = menunjukkan jumlah kelahiran & kematian
per 1000 pddk/thn.

Kemungkinan yg dapat terjadi :
1. Tingkat kelahiran tinggi & kematian
tinggi.
2. Tingkat kelahiran tinggi & kematian
mulai menurun.
3. Tingkat kelahiran menurun & tingkat
kematian rendah.
4. tingkat kelahiran rendah & kematian rendah.

Model pertumbuhan penduduk
M = mortalitas (kematian)
F = fertilitas (kelahiran)
N = naik.
T = turun
S = stabil
teori kependudukan
Dalam teori kependudukan dibahas:
1. Pertumbuhan penduduk dunia
2. Masalahn so-sek dan demografi
3. Teori Maltus


Masalah yg ditemui:
Masalah sosial dan ekonomi.
Adanya perkembangan IPTEK dalam obat obatan --- angka kematian menurun dan angka kelahiran tetap tinggi(tiap tahun jlh penduduk +- 90 juta).
negara berkembang jlh penduduk #
terkendali----(timbul masalah : gizi,lap pekerjaan,tingkat kelahiran&kematian tetap tinggi.

Oleh sebab itu dijalankan program kependudukan &kesehatan (KB,dll).
Indonesia: masalah pddk yg besar.
persebaran penduduk yg tidak merata.
struktur umur muda.
Negara maju jlh pddk terkendali.


Pertumbuhan pddk dunia--- besarnya pddk, ekonomi, dan distribusi pddk mempengaruhi kegiatan sosial ekonomi.

Keadaan ekonomi dan lingkungan --- menentukan tingkat dan pola kelahiran,kematian dan migrasi.

Teori Maltus:
Pada abad ke 18 (thn 1798) fertilitas dan mortalitas sebanding.

Kenaikan populasi terjadi secara eksponensial menurut waktu.

Eksponensial : laju pertumbuhan mula cepat kemudian melambat sesuai dengan waktu.
Teori Transisi demografi (menerangkan perubahan penduduk)
Tahap Peralihan kead demografis:
1. Tingkat kelahiran dan kematian tinggi.
Penduduk tetap/naik sedikit.
anggaran kesehatan meningkat.
Penemuan obat obatan semakin maju.
Angka kelahiran tetap tinggi.

2. Angka kematian menurun,tingkat kelahiran
masih tinggi---pertumbuhan pddk meningkat.
Adanya Urbanisasi.
usia kawin meningkat.
Pelayanan KB > Luas.
pendidikan meningkat.

3.Angka kematian terus menurun, angka
kelahiran menurun---- laju pertumbuhan
penduduk menurun.
4.Kelahiran dan kematian pada tingkat
rendah pertumbuhan penduduk kembali
seperti kategori I--- mendekati nol.
Keempat kategori ini akan didialami oleh
negara yg sedang melaksanakan
pembangunan ekonomi
Struktur & persebaran penduduk
Membahas :
- komposisi pddk
- Persebaran penduduk.
Guna pengelompokan penduduk:
1. Mengetahui human resources yg ada
menurut umur &jenis.
2. Mengambil suatu kebijakan yg berhub dengan penduduk.
3. Membandingkan kead satu penduduk dg pddk
lain.
4. Melalui gambaran piramid pddk dapat diket proses demografi yg telah terjadi pada pddk.

0 komentar
ANALISA GAS DARAH
(AGD)

A. Definisi
Gas darah arteri memungkinkan utnuk pengukuran pH (dan juga keseimbangan asam basa), oksigenasi, kadar karbondioksida, kadar bikarbonat, saturasi oksigen, dan kelebihan atau kekurangan basa. Pemeriksaan gas darah arteri dan pH sudah secara luas digunakan sebagai pegangan dalam penatalaksanaan pasien-pasien penyakit berat yang akut dan menahun. Pemeriksaan gas darah juga dapat menggambarkan hasil berbagai tindakan penunjang yang dilakukan, tetapi kita tidak dapat menegakkan suatu diagnosa hanya dari penilaian analisa gas darah dan keseimbangan asam basa saja, kita harus menghubungkan dengan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan data-data laboratorium lainnya.
Pada dasarnya pH atau derajat keasaman darah tergantung pada konsentrasi ion H+ dan dapat dipertahankan dalam batas normal melalui 3 faktor, yaitu:



 Mekanisme dapar kimia
Terdapat 4 macam dapar kimia dalam tubuh, yaitu:
1. Sistem dapar bikarbonat-asam karbonat
2. Sistem dapar fosfat
3. Sistem dapar protein
4. Sistem dapar hemoglobin
 Mekanisme pernafasan
 Mekanisme ginjal
Mekanismenya terdiri dari:
1. Reabsorpsi ion HCO3-
2. Asidifikasi dari garam-garam dapar
3. Sekresi ammonia

B. Gangguan asam basa sederhana
Gangguan asam basa primer dan kompensasinya dapat diperlihatkan dengan memakai persamaan yang dikenal dengan persamaan Henderson-Hasselbach.
Persamaan ini menekankan bahwa perbandingan asam dan basa harus 20:1 agar pH dapat dipertahankan dalam batas normal. Persamaan ini juga menekankan kemampuan ginjal untuk mengubah bikarbonat basa melalui proses metabolik, dan kemampuan paru untuk mengubah PaCO2 (tekanan parsial CO2 dalam darah arteri) melalui respirasi. Nilai normal pH adalah 7, 35- 7,45.
Perubahan satu atau dua komponen tersebut menyebabkan gangguan asam dan basa. Penilaian keadaan asam dan basa berdasarkan hasil analisa gas darah membutuhkan pendekatan yang sistematis. Penurunan keasaman (pH) darah < 7,35 disebut asidosis, sedangkan peningkatan keasaman (pH) > 7,45 disebut alkalosis. Jika gangguan asam basa terutama disebabkan oleh komponen respirasi (pCO2) maka disebut asidosis/alkalosis respiratorik, sedangkan bila gangguannya disebabkan oleh komponen HCO3 maka disebut asidosis/alkalosis metabolik. Disebut gangguan sederhana bila gangguan tersebut hanya melibatkan satu komponen saja (respirasi atau metabolik), sedangkan bila melibatkan keduanya (respirasi dan metabolik) disebut gangguan asam basa campuran.
Langkah-langkah untuk menilai gas darah:
1. Pertama-tama perhatikan pH (jika menurun klien mengalami asidemia, dengan dua sebab asidosis metabolik atau asidosis respiratorik; jika meningkat klien mengalami alkalemia dengan dua sebab alkalosis metabolik atau alkalosis respiratorik; ingatlah bahwa kompensasi ginjal dan pernafasan jarang memulihkan pH kembali normal, sehingga jika ditemukan pH yang normal meskipun ada perubahan dalam PaCO2 dan HCO3 mungkin ada gangguan campuran)
2. Perhatikan variable pernafasan (PaCO2 ) dan metabolik (HCO3) yang berhubungan dengan pH untuk mencoba mengetahui apakah gangguan primer bersifat respiratorik, metabolik atau campuran (PaCO2 normal, meningkat atau menurun; HCO3 normal, meningkat atau menurun; pada gangguan asam basa sederhana, PaCO2 dan HCO3 selalu berubah dalam arah yang sama; penyimpangan dari HCO3 dan PaCO2 dalam arah yang berlawanan menunjukkan adanya gangguan asam basa campuran).
3. Langkah berikutnya mencakup menentukan apakah kompensasi telah terjadi (hal ini dilakukan dengan melihat nilai selain gangguan primer, jika nilai bergerak yang sama dengan nilai primer, kompensasi sedang berjalan).
4. Buat penafsiran tahap akhir (gangguan asam basa sederhana, gangguan asam basa campuran)
 Rentang nilai normal
pH : 7, 35-7, 45 TCO2 : 23-27 mmol/L
PCO2 : 35-45 mmHg BE : 0 ± 2 mEq/L
PO2 : 80-100 mmHg saturasi O2 : 95 % atau lebih
HCO3 : 22-26 mEq/L

Klasifikasi gangguan asam basa primer dan terkompensasi:
1. Normal bila tekanan CO2 40 mmHg dan pH 7,4. Jumlah CO2 yang diproduksi dapat dikeluarkan melalui ventilasi.
2. Alkalosis respiratorik. Bila tekanan CO2 kurang dari 30 mmHg dan perubahan pH, seluruhnya tergantung pada penurunan tekanan CO2 di mana mekanisme kompensasi ginjal belum terlibat, dan perubahan ventilasi baru terjadi. Bikarbonat dan base excess dalam batas normal karena ginjal belum cukup waktu untuk melakukan kompensasi. Kesakitan dan kelelahan merupakan penyebab terbanyak terjadinya alkalosis respiratorik pada anak sakit kritis.
3. Asidosis respiratorik. Peningkatan tekanan CO2 lebih dari normal akibat hipoventilasi dan dikatakan akut bila peninggian tekanan CO2 disertai penurunan pH. Misalnya, pada intoksikasi obat, blokade neuromuskuler, atau gangguan SSP. Dikatakan kronis bila ventilasi yang tidak adekuat disertai dengan nilai pH dalam batas normal, seperti pada bronkopulmonari displasia, penyakit neuromuskuler, dan gangguan elektrolit berat.
4. Asidosis metabolik yang tak terkompensasi. Tekanan CO2 dalam batas normal dan pH di bawah 7,30. Merupakan keadaan kritis yang memerlukan intervensi dengan perbaikan ventilasi dan koreksi dengan bikarbonat.
5. Asidosis metabolik terkompensasi. Tekanan CO2 < 30 mmHg dan pH 7,30--7,40. Asidosis metabolik telah terkompensasi dengan perbaikan ventilasi.
6. Alkalosis metabolik tak terkompensasi. Sistem ventilasi gagal melakukan kompensasi terhadap alkalosis metabolik ditandai dengan tekanan CO2 dalam batas normal dan pH lebih dari 7,50 misalnya pasien stenosis pilorik dengan muntah lama.
7. Alkalosis metabolik terkompensasi sebagian. Ventilasi yang tidak adekuat serta pH lebih dari 7,50.
8. Hipoksemia yang tidak terkoreksi. Tekanan oksigen kurang dari 60 mmHg walau telah diberikan oksigen yang adekuat
9. Hipoksemia terkoreksi. Pemberian O2 dapat mengoreksi hipoksemia yang ada sehingga normal.
10. Hipoksemia dengan koreksi berlebihan. Jika pemberian oksigen dapat meningkatkan tekanan oksigen melebihi normal. Keadaan ini berbahaya pada bayi karena dapat menimbulkan retinopati of prematurity, peningkatan aliran darah paru, atau keracunan oksigen. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan yang lain seperti konsumsi dan distribusi oksigen.

C. Tujuan
 Menilai tingkat keseimbangan asam dan basa
 Mengetahui kondisi fungsi pernafasan dan kardiovaskuler
 Menilai kondisi fungsi metabolisme tubuh

D. Indikasi
 Pasien dengan penyakit obstruksi paru kronik
 Pasien deangan edema pulmo
 Pasien akut respiratori distress sindrom (ARDS)
 Infark miokard
 Pneumonia
 Klien syok
 Post pembedahan coronary arteri baypass
 Resusitasi cardiac arrest
 Klien dengan perubahan status respiratori
 Anestesi yang terlalu lama

E. Lokasi pungsi arteri
 Arteri radialis dan arteri ulnaris (sebelumnya dilakukan allen’s test)
 Arteri brakialis
 Arteri femoralis
 Arteri tibialis posterior
 Arteri dorsalis pedis
Arteri femoralis atau brakialis sebaiknya tidak digunakan jika masih ada alternatif lain, karena tidak mempunyai sirkulasi kolateral yang cukup untuk mengatasi bila terjadi spasme atau trombosis. Sedangkan arteri temporalis atau axillaris sebaiknya tidak digunakan karena adanya risiko emboli otak.

Contoh allen’s test:
Cara allen’s test:
Minta klien untuk mengepalkan tangan dengan kuat, berikan tekanan langsung pada arteri radialis dan ulnaris, minta klien untuk membuka tangannya, lepaskan tekanan pada arteri, observasi warna jari-jari, ibu jari dan tangan. Jari-jari dan tangan harus memerah dalam 15 detik, warna merah menunjukkan test allen’s positif. Apabila tekanan dilepas, tangan tetap pucat, menunjukkan test allen’s negatif. Jika pemeriksaan negatif, hindarkan tangan tersebut dan periksa tangan yang lain.

F. Komplikasi
 Apabila jarum sampai menebus periosteum tulang akan menimbulkan nyeri
 Perdarahan
 Cidera syaraf
 Spasme arteri

G. Faktor yang mempengaruhi pemeriksaan AGD
 Gelembung udara
Tekanan oksigen udara adalah 158 mmHg. Jika terdapat udara dalam sampel darah maka ia cenderung menyamakan tekanan sehingga bila tekanan oksigen sampel darah kurang dari 158 mmHg, maka hasilnya akan meningkat.
 Antikoagulan
Antikoagulan dapat mendilusi konsentrasi gas darah dalam tabung. Pemberian heparin yang berlebihan akan menurunkan tekanan CO2, sedangkan pH tidak terpengaruh karena efek penurunan CO2 terhadap pH dihambat oleh keasaman heparin.
 Metabolisme
Sampel darah masih merupakan jaringan yang hidup. Sebagai jaringan hidup, ia membutuhkan oksigen dan menghasilkan CO2. Oleh karena itu, sebaiknya sampel diperiksa dalam 20 menit setelah pengambilan. Jika sampel tidak langsung diperiksa, dapat disimpan dalam kamar pendingin beberapa jam.

 Suhu
Ada hubungan langsung antara suhu dan tekanan yang menyebabkan tingginya PO2 dan PCO2. Nilai pH akan mengikuti perubahan PCO2.
Nilai pH darah yang abnormal disebut asidosis atau alkalosis sedangkan nilai PCO2 yang abnormal terjadi pada keadaan hipo atau hiperventilasi. Hubungan antara tekanan dan saturasi oksigen merupakan faktor yang penting pada nilai oksigenasi darah

H. Hal-hal yang perlu diperhatikan
 Tindakan pungsi arteri harus dilakukan oleh perawat yang sudah terlatih
 Spuit yang digunakan untuk mengambil darah sebelumnya diberi heparin untuk mencegah darah membeku
 Kaji ambang nyeri klien, apabila klien tidak mampu menoleransi nyeri, berikan anestesi lokal
 Bila menggunakan arteri radialis, lakukan test allent untuk mengetahui kepatenan arteri
 Untuk memastikan apakah yang keluar darah vena atau darah arteri, lihat darah yang keluar, apabila keluar sendiri tanpa kita tarik berarti darah arteri
 Apabila darah sudah berhasil diambil, goyangkan spuit sehingga darah tercampur rata dan tidak membeku
 Lakukan penekanan yang lama pada bekas area insersi (aliran arteri lebih deras daripada vena)
 Keluarkan udara dari spuit jika sudah berhasil mengambil darah dan tutup ujung jarum dengan karet atau gabus
 Ukur tanda vital (terutama suhu) sebelum darah diambil
 Segera kirim ke laboratorium ( sito )

I. Persiapan pasien
 Jelaskan prosedur dan tujuan dari tindakan yang dilakukan
 Jelaskan bahwa dalam prosedur pengambilan akan menimbulkan rasa sakit
 Jelaskan komplikasi yang mungkin timbul
 Jelaskan tentang allen’s test

J. Persiapan alat
 Spuit 2 ml atau 3ml dengan jarum ukuran 22 atau 25 (untuk anak-anak) dan nomor 20 atau 21 untuk dewasa
 Heparin
 Yodium-povidin
 Penutup jarum (gabus atau karet)
 Kasa steril
 Kapas alkohol
 Plester dan gunting
 Pengalas
 Handuk kecil
 Sarung tangan sekali pakai
 Obat anestesi lokal jika dibutuhkan
 Wadah berisi es
 Kertas label untuk nama
 Thermometer
 Bengkok

I. Prosedur kerja
1. Baca status dan data klien untuk memastikan pengambilan AGD
2. Cek alat-alat yang akan digunakan
3. Cuci tangan
4. Beri salam dan panggil klien sesuai dengan namanya
5. Perkenalkan nama perawat
6. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien
7. Jelaskan tujuan tindakan yang dilakukan
8. Beri kesempatan pada klien untuk bertanya
9. Tanyakan keluhan klien saat ini
10. Jaga privasi klien
11. Dekatkan alat-alat ke sisi tempat tidur klien
12. Posisikan klien dengan nyaman
13. Pakai sarung tangan sekali pakai
14. Palpasi arteri radialis
15. Lakukan allen’s test
16. Hiperekstensikan pergelangan tangan klien di atas gulungan handuk
17. Raba kembali arteri radialis dan palpasi pulsasi yang paling keras dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah
18. Desinfeksi area yang akan dipungsi menggunakan yodium-povidin, kemudian diusap dengan kapas alkohol
19. Berikan anestesi lokal jika perlu
20. Bilas spuit ukuran 3 ml dengan sedikit heparin 1000 U/ml dan kemudian kosongkan spuit, biarkan heparin berada dalam jarum dan spuit
21. Sambil mempalpasi arteri, masukkan jarum dengan sudut 45 ° sambil menstabilkan arteri klien dengan tangan yang lain
22. Observasi adanya pulsasi (denyutan) aliran darah masuk spuit (apabila darah tidak bisa naik sendiri, kemungkinan pungsi mengenai vena)
23. Ambil darah 1 sampai 2 ml
24. Tarik spuit dari arteri, tekan bekas pungsi dengan menggunakan kasa 5-10 menit
25. Buang udara yang berada dalam spuit, sumbat spuit dengan gabus atau karet
26. Putar-putar spuit sehingga darah bercampur dengan heparin
27. Tempatkan spuit di antara es yang sudah dipecah
28. Ukur suhu dan pernafasan klien
29. Beri label pada spesimen yang berisi nama, suhu, konsentrasi oksigen yang digunakan klien jika kilen menggunakan terapi oksigen
30. Kirim segera darah ke laboratorium
31. Beri plester dan kasa jika area bekas tusukan sudah tidak mengeluarkan darah (untuk klien yang mendapat terapi antikoagulan, penekanan membutuhkan waktu yang lama)
32. Bereskan alat yang telah digunakan, lepas sarung tangan
33. Cuci tangan
34. Kaji respon klien setelah pengambilan AGD
35. Berikan reinforcement positif pada klien
36. Buat kontrak untuk pertemuan selanjutnya
37. Akhiri kegiatan dan ucapkan salam
38. Dokumentasikan di dalam catatan keperawatan waktu pemeriksaan AGD, dari sebelah mana darah diambil dan respon klien
1 komentar
PANKREAS
DR. ARI

Anatomi
 Terletak retroperitoneal melintang di abdomen bagian atas dengan panjang ± 25 cm, dan berat 120 g
 Terdiri dari:
 Caput
 Leher
 Corpus
 Cauda
 Proc uncinatus (bag caput yg menonjol ke bwh)
 Caput
o Meliputi v.cava setinggi L2
o Bagian posterior bertetangga dengan ginjal kanan, v.renalis, gl.adrenalis
o Bagian lat berelasi ke bagian medial dari duodenum
 Ductus biliaris communis masuk dari bagian atas dan belakang dari caput pankreas dan bermuara ke bagian kedua dari duodenum

 Aliran darah:
o A.coeliaca, A.mesenterica sup dan cabang-cabang a.pancreaticoduodenalis memberi darah untuk caput
o A.pancreatico dorsal memberi darah untuk leher dan corpus
o A.pancreatico caidalis memberi darah untuk cauda
 Jalannya vena mengikuti arteri dan bermuara ke vena porta
 Getah bening berhubungan langsung antara jaringan getah bening pankreas dengan ductus thoracicus  merupakan rute utama insulin (masuk ke duct.thoracicus)
 Tahun 1903  OPTE  ada saluran bersama:
Ductus pankreas dan ductus biliaris communis  refluks dari empedu masuk ke dalam duct pancreaticus  terjadi pancreatitis (fatal) akibatnya enzym keluar karena trauma, enzimnya memakan semua  fatal
 Autopsi : 70 – 80% memperkuat penemuan OPTE

 Banyak variasi antara:
1. Duct Santorini
2. Duct Wirsungi
 Umumnya duct.santorini < Duct wirsungi
 Duct santorini mengairi bagian atas caput pankreas
 Persarafan
1. Saraf-saraf simpatis
2. Cabang-cabang N.vagus
 Nyeri oleh caput pankreas menyebar ke paramedia kanan
Nyeri oleh corpus pankreas menyebar ke epigastrik
Nyeri oleh cauda pankreas menyebar ke seluruh abdomen kiri
 Pancreatitis acuta: menyebar ke abdomen bagian atas dan ke lumbal atas  seperti ikat pinggang

Secara Mikroskopis
 Ada 2 fungsi pankreas:
1. Eksokrin  fungsi sama seperti kelenjar ludah
2. Endokrin, terdiri dari 3 jenis sel:
a. α cell
o memproduksi glukagon
 meningkatkan glukagon
 menurunkan kadar glukosa
 Hyperglycemic factor
o sel bulat dg dinding tipis
b. β cell
o memproduksi insulin
o Hypoglycemic factor
o bertentangan dengan sel α
 menurunkan glukagon
 meningkatkan glukosa
c. ∂ cell – belum diketahui
 Ketiga macam sel ini terdapat di pulau-pulau langerhans: ± 200 rb – 2 juta sel
 Bagian corpus dan cauda memiliki pulau langerhans lebih banyak dibanding caput

Fisiologis
 Endokrin β cell  menghasilkan insulin
α cell  menghasilkan glukagon
 Eksokrin
o Terdapat ± 9 enzim, jg ikut membentuk protein
o Mengandung banyak elektrolit
o Menghasilkan bikarbonat (menetralisir asam lambung yang masuk ke duodenum)
 Ada 3 hormon untuk menstimulasi sekresi pankreas:
1. Sekretin
Dihasilkan oleh duodenum dan merangsang pengeluaran bikarbonat
2. Pancreozymin
Dihasilkan oleh duodenum dan mungkin juga oleh jejunum dan anthrum di lambung
Makanan yang masuk akan merangsang sel-sel duodenum mengeluarkan pancreozymin  merangsang pankreas
3. Gastrin
Merangsang asam lambung dan pankreas
Terdapat gastrin I dan II
 Hormon yang lain adalah Cholecystokinin – menyebabkan relaksasi sphincter pankreas dan ductus choledochus

TRAUMA PANKREAS
 Walaupun letak terlindung, ternyata sering juga terkena trauma dengan mortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi
 Trauma tembus
o Luka tembak, luka tusuk
o Diagnosa sering terlambat  tunggu gejala pancreatitis terjadi
 Trauma tumpul
o Krn trauma di daerah epigastrium
o Misalnya o.k olahraga, kecelakaan lalu lintas
o Nyeri abdomen atas
o Timbul ileus paralitic, meteorismus, distensi abdomen
o Jika dibiarkan lama-lama nyeri abdomen menyeluruh, leukositosis, serum amilose meningkat  mula-mula normal lalu meninggi sekali setelah 24 – 36 jam
o Parasintesis  tusuk 4 kuadran, periksa cairan peritoneum  biasanya mengandung amilase >>, berwarna merah (<)
Infeksi pankreas
 Pancreatitis acuta(Fitz, 1889)
o Radang dari parenkim pankreas disebabkan oleh aktivasi dari enzim tripsinogen menjadi tripsin, tripsin mengadakan self digastion (mencerna kelenjarnya sendiri)
o Terjadi oleh karena inflamasi (pendapat lain)  akibat dari lolosnya enzim-enzim pankreas yang aktif masuk ke jaringan interstitiel
o 2 jenis infeksi (btk PA)
 Acute oedematous pancreatitis
Ditemukan edema yang hebat dari kelenjar sekitar
 Pancreatitis haemorrhagica
Lebih hebar dari yang acute, terdapat jaringan nekrotis dari jaringan pankreas disertai perdarahan ke dalam kelenjar dan ke dalam rongga retroperitoneal
o Etiologi:
 Batu saluran empedu
 Alkoholism
 Hiperlipidemia familia  kolesterol, TG ↑
 Hiperparatiroidism
 Parotisis acuta (mumps)
o Lab:
 Leukositosis
 Amilase serum ↑↑  dlm beberapa hari dapat mencapai 1000 u/ 100 cc
 Amilase urin ↑↑ dan amilase peritoneum ↑↑ (dalam darah lebih cepat ↓)
 Loewi’s Test  pancreatitis 2 – 4 hari  tetes adrenalin  tergantung konjungtiva  midriasis
 Glukosuria
 Protrombin serum
 Ht ↑
 Ro dan CT-Scan
o Therapy
 Ggn pernapasan  intubasi, pasien bernpasa dengan respirator
 Periksa kadar Ca (Ca darah < 75 mg/ 100 cc – prognosa buruk)
 NGT  isap cairan lambung (asam jangan masuk ke duodenum
 Analgetik
 Intravenous glukagon dan Trasylol
 Pancreatitis Pseudocyst
o Etiologi
 2 % pancreatitis acuta terdapat cyst yang penuh terisi enzim
• Kista ini ada dalam pankreas/ dekat pankreas
• Kista dikelilingi oleh capsul peritoneum yang meradang dan organ-organ (lambung, mesocolon, liver, diaphragma)
 Obstruksi ductus pancreaticus
 Trauma
o Pada umumnya kista single (1) dan 15%  multiple
o Bila kista dibiarkan akan ruptur (5%)  peritonitis kimiawi menyebabkan kematian
o Komplikasi lain
 Infeksi
 Perdarahan
o Therapy
 Pembedahan
• Eksisi  kecil
• Drainase  besar
 Abses Pancreatitis
o Tertumpuknya jaringan nekrotik pankreas + pus  terjadi karena panreatitis
o Therapy: operasi; buka (supaya isi masuk ke dalam usus/ hisap keluar)
 Pancreatitis Chronica
o Karena alkoholism
o Gejala: nyeri persisten pada epigastrium sampai punggung
o Pasiennya sering mengalami keadaan DM, Steathore, Malnutrisi
o Pada Foto: kalsifikasi ± 50%
o Therapy dengan pembedahan
 Dibuka abses
 Direseksi/ dibuang pankreasnya (sebagian)  cauda (tidak banyak fungsi dalam pembentukan enzim dan hormon)

Tumor pankreas
 Adenocarcinoma
o Terbanyak pada usia 40 – 60 tahun
o 2/3 terdapat pada caput
o Sering sudah metastase waktu diperiksa
o Prognose jelek
 Tumor-tumor kelenjar endokrin
o Insulinoma
 Neoplasma dari sel beta mengakibatkan hiperinsulinisme
 80% soliter (benign)
 10% maligna
 10% multiple benign adenoma
 Whipple Triad:
1. Hipoglikemi; flashing blood sugar/ kadar gula puasa < 50 mg/ 100 cc
2. Gejala hilang setelah intravenous glukosa
3. Plasma insulin per berbanding dengan glukosa darah > 0,3
o Pancreatic Cholerase
 = WDNA Syndrome
 Diare seperti air
 Hipokalemia (K+ ↓)
 Achloremia (tidak ada asam)
 Timbul krn pankreas memproduksi vasoaktif intestinal polipeptida (VIP)
o Glukagonoma
 Dermatitis
 Necrosis
 BB ↓
 Anemia
 Stomatitis
 Diabetes
 Kadar glukagon ↑↑
 Umumnya ganas/maligna
 Therapy: reseksi
o Somatostatinoma
 Diare
 DM
0 komentar
Proses Sistem Pernapasan/Respirasi Pada Manusia/Orang - Belajar Biologi Online
Thu, 31/01/2008 - 3:43am — godam64
Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.
Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara.
2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.


Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu :
1. Respirasi / Pernapasan Dada
- Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut
- Tulang rusuk terangkat ke atas
- Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.
2. Respirasi / Pernapasan Perut
- Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
- Diafragma datar
- Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara.
Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHg dengan 19 cc oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan 4,3 cc karbondioksida / CO2. CO2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringan menuju paruparu dengan bantuan darah.
Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :
1. Pembuangan CO2 dari paru-paru : H + HCO3 ---> H2CO3 ---> H2 + CO2
2. Pengikatan oksigen oleh hemoglobin : Hb + O2 ---> HbO2
3. Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel : HbO2 ---> Hb + O2
4. Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh : CO2 + H2O ---> H2 + CO2

0 komentar
Proses Sistem Pernapasan/Respirasi Pada Manusia/Orang - Belajar Biologi Online
Thu, 31/01/2008 - 3:43am — godam64
Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.
Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara.
2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.


Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu :
1. Respirasi / Pernapasan Dada
- Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut
- Tulang rusuk terangkat ke atas
- Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.
2. Respirasi / Pernapasan Perut
- Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
- Diafragma datar
- Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara.
Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHg dengan 19 cc oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan 4,3 cc karbondioksida / CO2. CO2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringan menuju paruparu dengan bantuan darah.
Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :
1. Pembuangan CO2 dari paru-paru : H + HCO3 ---> H2CO3 ---> H2 + CO2
2. Pengikatan oksigen oleh hemoglobin : Hb + O2 ---> HbO2
3. Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel : HbO2 ---> Hb + O2
4. Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh : CO2 + H2O ---> H2 + CO2