Senin, Desember 29, 2008

sistem geneTaLia pRia

0 komentar
Sistem Genetalia Pria
Dr.P.J.Soehandono, SpPA

Sistem Reproduksi Pria
1. TestisàSpermatozoa dan Testosteron
2. Duktus genitalia pria ( Tubulus Rektus s/d Uretra )
3. Kelenjar genetalia pria (Vesikula seminalis, Prostate dan Kelenjar Bulbouretralis Cowper)
4. Penis

Testis

Struktur dan suplay vasculer
• Perkembangan embriologi retroperitoneal tetapi waktu turun mendorong peritoneum yang nantinya menjadi tunika vaginalis membentuk rongga serosa yang menutupi bagian anterolateral yang memungkinkan adanya sedikit gerakan testis.
• Dilapisi oleh jaringan ikat kolagen disebut tunika albuginea
• Dibawah (lebih dalam) tunika albuginea ditemukan jaringan kaya vaskuler disebut tunika vaskulosa.
• 4.Dibagian posterior,tunika albuginea menebal disebut mediastinum testis dan selanjutnya bercabang menembus testis membentuk sekitar 250 lobuli testis.
• Setiap lobulus mempunyai 1-4 tubulus berujung buntu disebut tubulus seminiferous dikelilingi oleh jaringan kaya persarafan dan kaya vaskularisasi berasal dari tunika vaskulosa. Tersebar diantaranya ditemukan sel interstisial Leydig yang mensintesis testosteron


• Spermatozoa diproduksi didalam tubulus seminiferousàtubulus pendek lurus, tubulus rektusà pembuluh berbentuk jala rete testis dalam mediastinum à10-12 tubuli eferentes àduktus epididimis. Duktuli eferentes dan duktus epididimis, disebut Epididimis
• Suplay darah testis berasal dari Arteri testis yang masuk kedalam testis bersama-sama dengan keluarnya duktus deferen dan plexus pampiniformis yang berasal dari jaringan testis.Temperatur darah dalam plexus lebih rendah daripada Arteri testis àsehingga temperatur darah arteri renalis dan percaba bangannya lebih rendah (countercurrent heat exchage system) àtestis punya temperatur lebih rendah (35 C)

Tubulus seminiferus
• Panjang 30-70 Cm, penampang 150-250 mikrometer, sangat bergelung, ditemukan sekitar 1000 tubulus àpanjang 500 M
• Dindingnya dilapisi oleh Epitel seminife rous, basal lamina (pada hewan mengandung serabut otot (sel myoid) dan tunika propria banyak serabut kolagen tipe I.
• Epitel seminiferous terdiri atas 2 macam sel, Sel spermatogenik dan Sel Sertoli.
a) Sel Sertoli, sel kolumnar dengan banyak lekukkan pada bagian lateral dan apikal, inti terletak basal dan sitoplasma mengandung kristal Charcot-Bottcher yang fungsinya belum jelas benar.
• Satu sama lain dihubungkan oleh “Zonula occludens” à membagi lumen tubulus menjadi 2 compartemen compartemen basal dan compartemen adluminal dengan zonula occludens sebagai batas dan sekaligus sebagai “blood-testis barrier” à respons immun akan dihalangi dan Spermatozoa akan berkembang didalam adluminal sebagai “foreign cells”
• Sel Sertoli mempunyai fungsi :
• Suport fisik dan nutrisi
• Fagositosis sitoplasma selama spermatogenesis
• Blood-testis barrier
• Produksi Androgen Binding Protein (ABP) untuk mengikat terstosteron dan mempertahankan tidak akan keluar dari situ untuk diberikan kepada Spermotogonium yang sedang berkembang.
• Sintesis anti Mullerian hormon mencegah berkembangnya duktus Mulleri àkejantanan embrio dapat berkembang
• Sintesis Inhibin àmencegah dikeluarkannya FSH oleh Hipofise.
• Sekresi medium kaya fruktosa untuk memfasilitasi dan sebagi nutrisi selama spermatozoa melewati saluran genital.
• Sistesis testicular transferin suatu Apoprotein yang dapat menerima transferin serum dan memberikannya kepada Gamet yang berkembang.
b) Sel Spermatogenik
Spermatogonium (2n+XY) àSpermatosit I (2n +XY)àSpermatosit II (n+X atau n+Y) àSpermatid (n+X atau+Y)àSpermatozoa
• Spermatogenesis. Diferensiasi dari Spermatogonium menjadi spermatosit
• Meiosis.Proses pembelahan dari diploid Spermatosit primer menjadi haploid Spermatid.
• Spermiogenesis. Proses transformasi dari Spermatid menjadi Spermatozoa, (Golgi phase à Cap phase à Acrosomal phase à Maturation phase)
• Struktur Spermatozoa
 Kepala (Head)
 Bagian tengah (Middle piece)
 Bagian utama (Principal piece)
 Bagian akhir (End piece)
• Siklus epitel tubulus seminiferous
a) Satu spermatogonium dalam proliferasi dan perkembangan salanjutnya selalu saling berhubungan sehingga dapat saling memberikan informasi dan selalu mensinkronisasikan perkembangannya dan berada dalam stadium maturasi tertentu.
b) Pemeriksaan yang mendalam menunjukkan ada 6 kemungkinan sifat hubungan sel yang berhubungan dengan tipe perkembangan pertumbuhan yang disebut Stadium spermatogenesis (Stages of Spermatogenesis)
c) Pada pemeriksaan yang teliti dengan memberikan bahan radioaktif “tritriated thymidine”menunjukkan bahwa radioaktifitas muncul berulang setiap 16 hari pada stadium spermatogenesis yang sama. Kurun waktu interval 16 hari disebut siklus tubulus seminiferous dan proses spermatogenesis perlu 4 siklus (64 hari).
d) Pemeriksaan satu tubulus seminiferous (pada satu daerah tertentu) menunjukkan tingkat maturasi tertentu dan pada jarak tertentu dari daerah tersebut (dalam tubulus yang sama), ditemukan daerah dengan stadium maturasi sama dengan yang pertama tadi. Jarak dua daerah yang mempunyai stadium yang sama disebut “wave of the seminiferous epithelium”.
e) Pada manusia didapatkan 6 gelombang tubulus seminiferous (wave of the seminiferous tubule) yang sesuai dengan 6 stadium pematangan yang berbeda-beda (six repeating waves of the seminiferous epithelium, coresponding to the six stages).
• Sel interstisial Leyding
Diantara tubulus yang bergelung ditemukan jaringan ikat longgar kaya vaskuler mengandung fibroblast, mast cell, dan koleksi sel interstisial Leydig menghasilkan testosteron dan mengandung kristal Reinke, selanjutnya setelah tua sel Leydig mengandung pigmen lipochrome
• Histofisiologi testis
a) Fungsi utama testis adalah produksi sperma dan sintesis testosteron serta melepaskkannya (release)
b) Dibentuk sekitar 200 juta spermatozoa setiap hari.
c) LH dikeluarkan olah hipofise anterior àresepto LH pada sel Leydigàproduksi testosteron
d) FSH merangsang sel Sertoli àproduksi ABP dan Inhibin
e) ABP mengikat testoteron àdiberikan kepada spermatogonium untuk pertumbuhannya.
f) Inhibin menghambat pengeluaran FSH
g) Testosteron perlu untuk berfungsinya Vesikula seminalis,prostat dan kel Bulbouretralis perkembangan karakter sexual sekunder.

Duktus genetalis

1. Duktus genetalis intra testikuler :
a. Tubuli rekti
b. Rete testis
2. Duktus genetalis ekstra testikuler
a. Duktuli eferentes
b. Duktus epididimis
c. Duktus (vas) deferns
d. Duktus ejakulatorius
Tubuli rekti
1/2 proksimal dilapisi oleh sel Sertoli, ½ distal dilapisi oleh sel kuboid dengan mikrovili tumpul dan flagelum tunggal.
Duktus Eferen
1. Ada 10-20 tubuli eferentes.
2. Dilapisi oleh non ciliated cuboidal cells berselang –seling dengan ciliated columnar cell.
3. Sel kuboid meresorbsi cairan yang dikeluarkan sel Sertoli sedangkan cilia pada sel kolumnar untuk mendorong sperma

Duktus epididimis
• Panjang 4-6 M bergelung àmenjadi hanya 7 Cm
• Dibagi dalam kepala,badan dan ekor
• Lumen dibatasi oleh epitel berlapis semu terdiri dari sel basal pendek dan sel principal tinggi
• Sel basal sebagai cadangan (stem cells)
• Sel principal tinggi mempunyai banyak strereocilia, banyak vesikel pinositotik,hasil resorbsi sisa-sisa sitoplasma yang tidak /belum difagositosis oleh sel Sertoli.
• Sel principal tinggi memproduksi glycerophosphocholine untuk mencegah spermatozoon membuahi oocyte sekunder sebelum masuk saluran genital wanita
• Epitel duktus epididimis melekat pada membrana basal, dikelilingi oleh otot polos tersusun sirkuler memungkinkan kontraksi peristaltik mendorong spermatozoa kedalam duktus deferens.
Duktus (vas) deferens
• Dilapisi oleh pseudostratified columnar epithelium yang mempunyai stereocilia seperti duktus epididimis walaupun sel principalnya lebih pendek
• Melekat pada lamina basal dikelilingi oleh jaringan ikat fibroelastik yang mempunyai banyak lipatanàlumen tidak teratur
• Lapisan diluarnya dikelilingi oleh otot polos tersusun longitudinal didalam, sirkuler ditengah dan longitidinal lagi dibagian luarnya
• Keluarga berencana dapat dilakukan dengan memotong duktus deferens
Duktus ejakulatorius
• Tubulus pendek, lurus, menembus kelenjar Prostate àuretra segmen prostate pada Colliculus seminalis
• Dilapisi oleh epitel columnar selapis
• Jaringan ikat subepitelial melekuk, tidak mempunyai otot polos.

Kelenjar genetalis pria
1. Vesikula seminalis
2. Kelenjar Prostat
3. Kelenjar Bulbouretralis
4. Histofisiologi kelenjar genetalia pria
Vesikula seminalis
• Panjang 15 Cm, sepasang, dengan mukosa sangat melekuk-lekuk àmembentuk “labyrinth-like cul-de-sacs dalam 3 dimensi
• Dilapisi oleh pseudostratified columnar epithelium
• Sel columner mempunyai banyak mikrovili pendek dan flagelum tunggal
• Sel columnar tingginya tergantung kepada banyak sedikitnya testosteron.
• Lapisan dibawahnya merupakan jaringan ikat fibroelastik
• Dibagian luarnya dilapisi oleh otot polos tersusun sirkuler didalam dan longitudinal diluar.
• Menghasilkan “Fructosa-rich-fluid” (70 % volume semen) dan lipochrome yang memberi warna kekuningan pada semen


Kelenjar Prostate
• Kelenjar genital pria yang terbesar. Dikelilingi kapsul jaringan ikat yang kaya vaskuler dan mengandung otot polos. Stroma kelenjar prostate merupakan jaringan ikat fibromuskuler.
• Mempunyai 2 kelompok kelenjar “compound tubuloalveolar glands”mukosal submukosal dan kelenjar utama
• Masing-masing kelompok mempunyai saluran sendir-sendiri masuk kedalam uretra segmen prostate
• Dilapisi oleh “pseudostratified columnar epithelium”
• Sekresi kelenjar prostate berupa kelenjar serous mengandung lipids,enzym proteolitik,fosfatase asam,fibrinolysin dan asam citrate.
• Sekresi kelenjar dengan MC, sering terlihat mengeras disebut corpora amylacea.
• Syntesis dan pengeluaran sekret tergantung kepada ada/tidak adanya dihydrotestosteron.
• Pada pria berusia lanjut sering ditemukan Hiperplasia prostate atau Adenocarcinoma prostate yang dapat diobati dengan TUR atau Prostatektomi.
Kelenjar Bulbouretralis
• Disebut juga kelenjar Cowper, terletak pada dasar penis sebelum uretra segmen membranosa.
• Kelenjar tubo alveolar dilapisi oleh epitel selapis kubik / Columnar, à sekret yang kental,licin untuk melumati (melicinkan) lumen uretra
Histofisiologi kelenjar genital
• Sekret kelenjar bumbouretralis melicinkan uretra segmen penis yang keluar sewaktu mulai ereksi
• Sekret kelenjar prostate membantu meningkatkan motilitas spermatozoa.
• Sekret vesikula seminalis memberikan energi dan media yang bagus untuk motilitas spermma

Penis

1. Struktur jaringan erektil
a).Dua corpora cvernosa
b).Corpus spongiosum àglans penis
c).Prepuce.
2. Mekanisme ereksi, ejakulasi dan Detumescene
Struktur jaringan erektil
• Dua corpora cavernos, lumen paling lebar ditengah, dikelilingi trabekula jaringan ikat yang mengandung otot polos.
• Pendarahan corpora cavernosa berasal dari percabangan arteri dorsalis penis àpleksus kapiler atau helical arteri àcorora cavernosa àereksi, Aliran vena melaui vena dorsalis penis
Mekanisme ereksi,ejakulasi dan detumescene
• Sewaktu flacid darah melewati Arteroveous anastomosis, ketika ereksi Arterovenous tertutup (karena rangsangan parasimpatis)
• Ereksi diikuti oleh ejakulasi yang diatur oleh saraf simpatis, setelah ejakulasi maka saraf parasimpatis mereda àanastomosi terbuka kembali,


Minggu, Desember 28, 2008

kesehatan ReprOdukSi

0 komentar
Kesehatan Reproduksi

Definisi:
Keadaan kesejahtraan fisik, mental dan sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam segala asfek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. (WHO, 1992)

Tujuan & sasaran Kespro
Tujuan: meningkatkan kesadaran & kemandirian perempuan dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya, sehingga hak-hak reproduksinya dapat terpenuhi untuk peningkatan kualitas hidup

Sasaran: perempuan dan laki-laki (peran dan tanggung jawab sosial laki-laki terhadap akibat dari prilaku seksual & fertilitasnya kepada kesehatan dan kesejahteraan pasangan & anaknya


Ruang lingkup masalah kespro
Mengikuti siklus kehidupan keluarga

Reproduksi Sehat
Reproduksi berasal dari kata “re” dan “produksi” yang artinya memproduksi kembali.
Fungsi reproduksi adalah fungsi dasar manusia yaitu keturunan. Jadi yang dimaksud Reproduksi sehat adalah prilaku dan sikap yang dimiliki individu yang berkaitan dengan organ-organ reproduksi dan fungsinya.

Apa yang dimaksud Pubertas
Masa peralihan dari anak-anak secara berangsur-angsur menjadi dewasa yaitu masa individu mulai matang secara seksual dan secara biologis telah mampu memproduksi anak

PERUBAHAN FISIK (Pubertas)
Pria
tampak dari luar:
• otot menguat; tumbuh jakun;
• tumbuh bulu-bulu di ketiak, muka (kumis, janggut), dan di sekitar kemaluan;
• kulit dan rambut berminyak;
• suara menjadi besar (berat);
• penis dan buah zakar membesar
• tidak tampak dari luar : mimpi basah

PERUBAHAN BIOLOGIS MASA REMAJA

Apa yang dimaksud Menstruasi
Adalah peristiwa lepasnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah
Bila tidak terjadi pembuahan oleh sperma maka sel telur akan luruh à darah mens biasanya berlangsung 3-7 hari.
Waktu hari pertama sampai datangnya hari pertama periode berikutnya disebut siklus menstruasi (umumnya 28 hari)
Mimpi Basah

Organ Reproduksi Pria & Wanita
1. Wanita
A. Bagian Luar
Labia Mayora (bibir besar)
Labia Minora (bibir kecil)
Klitoris / klentit à banyak mengandung serabut saraf sehingga mudah terangsang
Lubang Vagina
B. Bagian Dalam
Liang Vagina
tempat bersenggama / hubungan seks, tempat keluarnya bayi saat melahirkan dan keluarnya darah mentruasi
Cervik (leher rahim)
Rahim / Uterus à tempat calon bayi dibesarkan
Saluran telur / tuba falopii à saluran dikiri dan kanan rahim yang berfungsi untuk dilalui oleh ovum dari indung telur menuju rahim
Ovarium (indung telur) à organ dikiri dan kanan rahim, berfungsi mengeluarkan sel telur (ovum). Sebulan sekali indung telur kiri dan kanan secara bergiliran mengeluarkan telur

Cara Merawat Kesehatan Organ-organ Reproduksi
Laki-laki dan Perempuan :
- Bersihkan alat kelamin dengan air bersih, dari depan ke belakang
- Mengganti celana dalam min. 2x sehari
- Gunakan celana yang menyerap keringat dan tidak ketat
- Menggunting rambut kemaluan
Laki-laki : sunat
Perempuan :
- Gunakan pembalut ketika menstruasi
- Ganti pembalut minimal 4 kali dalam sehari
- Sebaiknya tidak menggunakan cairan pembersih vagina dan pantyliner
Kehamilan
Usia ideal untuk hamil dan melahirkan à 20 – 30 thn
Ada 3 hal yang perlu diperhatian bagi perempuan:
1. Kesiapan fisik
2. Kesiapan Pengetahuan tumbuh kembang balita
3. kesiapan mental/emosi/psikologis
4. Kesiapan sosial / ekonomi.

Perubahan Emosi
1. Mulai tertarik pada lawan jenis
• Wanita ingin mempercantik diri
• Pria terdorong menunjukkan kejantanannya
• Perubahan kejiwaan, biasanya rendah diri, pemalu, cemas, bimbang dan salah tingkah bila menghadapi lawan jenis.
• Usia remaja lebih senang berkumpul di luar rumah
2. Sering membantah orang tua, ingin menonjolkan diri dan kurang pertimbangan
3. Remaja putri saat menjelang haid menjadi lebih perasa, mudah sedih, marah dan cemas tanpa alasan.
Kekerasan dalam pacaran
• Hubungan seks diluar nikah
• KTD dan Aborsi tak aman
• Hamil dan melahirkan pada usia dini
• Penggunaan Narkoba

SEKS
Resiko Berhubungan Seks pra nikah
• Hilangnya Keperawanan dan Keperjakaan
• Ketagihan
• Hubungan Cinta Tak Lagi Mulus dan tulus
• Hamil
• Aborsi dengan Segala Risikonya
• PMS dan HIV/AIDS
• ISR
• Gangguan Fungsi Seksual
• Perasaan Malu, Bersalah, Berdosa
• Perasaan Tak Berharga


Jumat, Desember 26, 2008

epiteL dan keLenjar

1 komentar
EPITEL DAN KELENJAR GLANDS
P.J.Soehandono,dr. SpPA.


Empat jaringan dasar
1. Epitel
2. Jaringan ikat
3. Otot
4. Saraf.

Fungsi jaringan epitel
1. Proteksi.
2. Transportasi antar sel melewati lapisan epitel
3. Sekresi, kelenjar
4. Absorsi pada saluran intestinal
5. Kontrol gerakan diantar komparteman tubuh dengan cara permeabilitas selective.
6. Sensasi.

Jaringan epitel
I. Epitel membrane
II. Kelenjar.

I. Epitel
1. Polaritas dan Spesialisasi permukaan.
2. Klasifikasi Epitel membran.
3. Pembaharuan (penggantian) sel Epitel

1. Polaritas sprsialisasi permukaan sel
• Apical Domain
• Basolateral domain
• Spesialisasi membrana lateralis
• Spesialisasi permukaan basal



Domain Apical
1. Microvilli
2. Cilia
3. Flagella

Domain Basolateral
1. Terbagi menjadi dua regio (daerah)
a. Membrana plasma lateral.
b. Membrana plasma basal.
2. Setiap regio (daerah) mempunyai spesialisasi sendiri dan reseptor untuk hormion dan neuro-transmitter
3. Kaya Na+ - K+ ATP ase, dan kanal ion dan tempat untuk constitutive secretion.


Spesialisasi membrana lateralis
• Zonula occludentes
• Desmosomes (Macula adherentes)
• Gap junction

Spesialisasi permukaan basal
• Lekukan membrana plasma.
• Hemidesmosome
2. Klasifikasi epitel membrane
a. Epitel gepeng selapis
b. Epitel kubik selapis
c. Epitel silindris (toraks) selapis
d. Epitel gepeng berlapis (tanpa lapisan tanduk)
e. Epitel gepeng berlapis dengan lapisan tanduk)
f. Epitel kubik berlapis
g. Epitel silindris berlapis
h. Epitel transisional
i. Epitel silindris berlapis semu

Epitel selapis gepeng
• Melapisi alveolus
• Melapisi angsa Henle ginjal
• Melapisis lapisan parietal membrana Bowman ginjal
• Endotel melapisi pembuluh darah dan limfel
• Mesotel melapisi rongga pleura dan peritoneum
• Melapisi telingan tengah dan dalam

Epitel kubik selapis
• Melapisi duktus banyak kelenjar badan
• Melapisi permukaan ovarium.
• Membentuk beberapa tubulus ginjal
• Fungsi: sekresi, absorbsi dan proteksi

Epitel selapis silindris
• Melapisi saluran cerna, kandung empedu, kelenjar saluran cerna, dapat mengandung mikrovili
• Melapisi cavum uteri dan saluran tuba.
• Melapisi duktus eferent
• Melapisi bronkhus kecil
• Melapisi sinus paranasal (bersilia)

Epitel gepeng berlapis tanpa keratin
1. Melapisi mulut
2. Melapisi faring
3. Melapisi esofagus
4. Melapisi pita suara sejati
5. Melapisi vagina
6. 1 à 5 merupakan daerah basah
Epitel gepeng berlapis dengan keratin
• Sama dengan epitel gepeng berlapis tetapi dengan lapisan keratin
• Kulit
• Lapisan kuat tahan friksi dan kedap air.

Epitel kubik berlapis
• Sel kubik (2-3 lapis)
• Melapisi duktus kelenjar keringat
• Absorbsi dan sekresi.

Epitel silindris selapis
• Sel silindris (2-3 lapis)
• Conjunctiva mata, duktus sekretorik yang besar, bagian dari uretyra pria.
• Sekresi, absorbsi dan proteksi.

Epitel transisional
• Bentuk kubah (relax ), mendatar ( meregang)
• Melapisi saluran urine dari kalises sampai uretra

Epitel silindris berlapis semu
• Semua sel melekat pada membrana basalis, tidak semua sel mencapai permukaan, selurunya merupakan sel silindris.
• Melapisi trakhea, bronkhus primer, epididimis, duktus deferen, tuba auditifa, bagian dari rongga timpani, cavum timpani, cavum nasi, sakus lakrimalis, epididymis, and ductus deferens, uretra pria, duktus sekretoy yang besar
• Sekresi, absorbsi, lumbrikasi, peoteksi dan transportasi..
3. Pembaharuan sel epitel
• Epidermis akan selalu diperbaharui sekitar setiap 28 hari
• Epitel yang melapisi intestinum akan diperbaharui setiap 4-6 hari .

II. Kelenjar
1. Kelenjar eksokrin.
2. Kelenjar uniseluler.
3. Kelenjar multiseluler.
4. Kelenjar endokrin.
5. Diffuse Neuroendocrine System (DNES)

Tergantung pada jarak cytokine menuju sel target
1. Autocrine, memberikan sinyal kepada sel yang memproduksi sendiri
2. Paracrine. Sel target berada disekitar yang memproduksi àcytokine tidak harus masuk pembuluh darah
3. Endocrine.Sel target jauh dari sel endokrin àcytokine harus masuk pembuluh darah asau saluran limfe.




Kelenjar eksokrin multiseluler
1. Tubuler, acinar, alveolar (menyerupai buah anggur) dan tubuloalveolar
2. Tubulus simpel, tubulus simpel bercabang, tubulus simpel bergelung, asiner simpel, asiner simpel bercabang, tubuler compound, asiner compound, dan tubuloasiner compound.
3. Capsule à septa à lobes à lobules
4. Sel myoepitel à dapat berkomtraksi

Kelenjar endokrin
• Sekresi hormon langsung masuk pembuluh darah atau limfe.
• Kelenjar endokrin utama adalah: pituitary, adrenal,thyroid, parathyroid, pineal,ovaries, plasenta, testis, pulau-pulau Langerhans dan sel Intersitial Leydig
• Hormon termasuk peptida, protein, modifikasi asam amino, steroid dan glycoprotein.

Diffused Neuroendocrine System (DNES)
• Dahulu disebut APUD (Amine Precursor Uptake Decarboxilase), Argyrophyl dan sel Argentaffin
• Kelenjar Paracrin
• Tersebar diseluruh tubuh termasuk sekitar 35 jenis sel dalam sistem respirasi, urunarius dan gastrointestinal


Kamis, Desember 25, 2008

SIstem Endokrine

0 komentar
SISTEM ENDOKRINE
P.J. Soehandono, dr. SpPA.

Kelenjar eksokrin: Kelenjar yang mengeluarkan sekresi nya melalui saluran dan dikeluarkan ke suatu permukaan
Kelenjar endokrin: Kelenjar yang mengeluarkan sekresinya yang disebut hormon langsung masuk kedalam pembuluh darah

Hormon
• Hormon adalah protein (bahan kimiawi) yang bertugas membawa pesan ke sel / organ target; dihasilkan oleh kelenjar endokrin, masuk kedalam pembuluh darah untuk dibawa ke sel / jaringan / organ target.
• Hormon akan bekerja apabila sel / jaringan target mempunyai reseptor yang pas (cocok, sesuai).
• Reseptor dapat berada pada permukaan sel (membrana sel) atau didalam sitoplasma.
• Berdasarkan jauh dekatnya sel, jaringan target maka dikenal:
a) Parakrin, hormon ini bekerja di tempat yang sangat dekat dari tempat produksinya disalurkan melalui pembuluh darah. (Gastrin, dihasilkan oleh sel pada pylorus dan bekerja pada kel.fundus gaster menstimuli produksi HCL)
b) Juxtacrin, hormon ini sampai ke sel / jaringan target melalui cairan ekstra seluler.Contoh. Somatostatin, diproduksi oleh sel Lngerhans dan bekerja menghambat sekresi insulin.
c) Autocrin, diproduksi dan dipergunakan oleh sel yang sama (Insulin- like growth factor,IGF, diproduksi oleh beberapa sel dan dipergunakan sendiri)

Hipofisis (Pituitari)
1. Adenohypopyisis (hipofise anterior)
a. Pars distalis (anterior)
b. Pars intermedia
c. Pars tuberalis.
2. Neurohipofise (hipofise posterior)
a. Median eminence
b. Infundibulum
c. Pars nervosa

Pada kehidupan post natal hanya ditemukan kelompokan sel yang menonjol kedalam pars nervosa hipofisis, fungsinya belum jelas benar.
Pars tuberalis, hanya 25-60 mikron tebalnya mengelilingi infundibulum.
a. Sel bentuk kuboid
b. Mengandung granula berisi lipid droplet, kadang-kadang koloid droplet dan mengandung Glikogen yang hanya ada dihipofisis
Suplay darah dan kontrol sekresi
Cabang dari aerteri carotis interna
1. A.hipofise superior à pars tuberalis dan infundibulum.
2. Plexus capiler primer à median eminence
3. A.hipofise inferioràlobus post.

Sekresi hipotalamus
1. Sel “neuroscretory’ pada Hipotalamus mensekresi “releasing dan inhibitory” hormon yang menstimuli atau menginhibisi aktifitas Hipifise anterior.
2. Sesuai dengan rangsangan dari releasing atau inhibitory hormon maka Hipofise akan mensekresi : GH, Prolactin, LH, FSH, TSH dan ACTH atau penghambat hormon tersebut diatas.
3. Nukleus supraoptik memproduksi ADH (Anti Diuretic Hormon ) dan selanjutnta disimpan dalam hipofise posterior
4. Nukleus paraventrikuler memproduksi Oxitocin (vasopresin) dan selanjutnya disimpan dalam hipofise posterior



Adenohipofise (Hipofise anterior)
Berkembang dari kantong Rathke suatu divertikuum dari oral ektoderm menjadi :
1. Pars distalis ( lobus anterior)
2. Pars intermedia
3. Pars tuberalis
Pars distalis
• Somatotropin( GH) à dirangsang SRH, dihambat Somatostatin
• Prolactin à dirangsang PRH, dihambat oleh PIF
• ACTH à dirangsang CRH, dihambat oleh ACTH IF
• FSH à dirangsang GnRH, dihambat inhibin
• LH (pada pria ICSH) à dirangsang GnRH
• TSH à dirangsang TRH,dihambat oleh negatif feeback hasil sekresi Tiroid
Pars intermedia
Mensekresi MSH merangsang pembentukan pigmen Melanin, tetapi pada manusia belum jelas betul
Pars Nervosa
Tempat menyimpan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus yaitu:
a) Oxitosin àkontraksi otot polos
b) Vasopressin (ADH) à meningkatkan resorbsi air pada tubulus ginjal à tensi darah meningkat
c) Nukleus paraventrikuler pada Hipotalamus mensekresi Oxitosin dan disimpan didalam Neurohipofise.
d) Nukleus supraoptik mensekresi ADH dan disimpan didalam Neurohipofise.
e) Neurosekretoric nukleus memproduksi releasing hormon dan inhibitory hormone
f) Masuknya hormon c) dan d) ke dalam darah atas rangsangan releasing hormon

Neurohipofise (Hipofise posterior)
Berkembang dari pertumbuhan kebawah.
Dari Hipotalamus menjadi:
1. Median eminence
2. Infundibulum (lanjutan Hipotalamus)
3. Pars nervosa Neurohipofise
Traktus Hipotalamohipofisis
1. Axon tidak bermyelin (ditopang oleh pituisit sebagai sel glia), berasal dari Nukleus supra optic dan paraventrikuler menuju hipofise posterior (traktus hipotalamohipofisis).
2. Kedua inti diatas mensyntesis ADH dan Oxitocin àmenuju ke hipofise posterior à disimpan dalam granule (Hering bodies).
3. Kedua nukleus tersebut juga mensintesis neurophysin suatu “carrier protein” yang mengikat 2 hormon diatas dalam perjalanan menuju hipofise posterior

Kelenjar Tiroid
• Sekresi T4 (tiroxin,tetraiodotironin), T3 (triiodotironin) dan Calcitonin
• Terdiri atas lobus kanan dan kiri dipisahkan oleh istmus
• Pada beberapa orang ditemukan lobus piramidal (lobus tambahan),merupakan sisa dari Tiroid primordial yang tumbuh dari dasar lidah melalui jalan duktus Tiroglossus
Organisasi seluler
1. Sel folikuleràtersusun mengelilingi folikel tiroid tempat menyimpan hormon Tiroid yang terikat dengan glikoprotein disebut Tiroglobulin (hormon jenis lain disimpan dalam sel parenkhim); folikel dikelilingi pembuluh darah kapiler.
2. Sel parafolikuler tersebar diantara folikel Tiroid (sel C)

Sel folikuler (sel prinsipal)
• Sel pipih à sel columnar rendah.
• Inti bulat,RER,Ribosome bebas, Lysosome, Mitokondria, Aparatus Golgi,banyak vesikel diduga mengandung tiroglobulin.
• Jodium berada didalam folikel, penting untuk membentuk T3 dan T4àmenstimuli metabolisme badan
Sel parafolikuler (sel C,sel jernih atau clear cells)
• Tersebar diantara folikel Tiroid
• Sel ini 2-3 kali lebih besar dari sel folikuler tetapi jumlahnya hanya 0,1 % dari seluruh sel epitel dalam kelenjar Tiroid.
• Inti bulat, RER, mitokondria panjang, Aparatus Golgi, secretory granule berisi Calcitonin (tirocalcitonin) àmenghambat aktifitas osteoklas dalam meresorbsi tulang

Sintesa dan ekskresi hormon Tiroid (T3 dan T4)
Efek fisiologi T3 dan T4
1. meningkatkan metabolisme Karbohidrat
2. Menghambat sintesa cholesterol,fosfolipid dan trigliserde
3. Menurunkan berat badan dan menambah denyut jantung
4. Meningkatkan metabolisme, aktifitas respirasi, nafsu makan, kontraksi otot (tremor), lelah, impoten pada pria, DUB pada wanita.

Kelenjar paratiroid.
• Jumlahnya ada 4 buah terletak pada bagian belakang kel.Tiroid dan masing-masing dibungkus oleh kapsul jaringan ikat kolagen.
• Memproduksi hormon Paratiroid (PTH) yang bekerja pada tulang, ginjal dan intestinum mempertahankan konsentrasi Calsium darah.

Organisasi seluler
• Panjang 5mm, lebar 4 mm, tebal 2mm, berat 25 – 50 mg.
• Dari kapsul à septa-septa à mengandung pemb.darah, saraf dan limfe.
• Mengandung 2 macam sel Chief cells dan oxyphyl cells

Chief cells
• 5-8 mikrometer mengandung granula lipofuscin mengandung paratiroid hormone
• Ribosome memproduksi preproparatiroid hormon dan disimpan dalam RES sebagai proparatiroid hormonà disimpan dalam granula sekresi sebagai PTH à exositosis

Oxyphil cells.
• Sebagai sel intermediate ?,penunjang ? belum jelas.
• Jumlah lebih sedikit daripada chief cell.
• Mitokondria lebih banyak tetapi RES dan Gogi lebih sedikit.
• Glucosa banyak disekitar mitokondria.

Efek fisiologi PTH
1. PTH menstimuli tulang, ginjal dan secara tidak langsung intestinum.
2. Bila calsium darah berkurang àPTH dapat segera dibentuk karena calsium sangat diperlukan dalam mempetahankan homeostasis dalam impuls saraf, plasmalema dan otot.
Korelasi klinik
1. Hiperparatiroidisme primer karena tumor paratiroid.
2. Hiperparatiroidisme sekunder karena penyakit Rickets akibat defisiensi vitamin D à absorbsi calsium intestinum rendah àkonpensasi produksi PTH harus ditambah à keropos tulang, tumor tulang hiperparatiroidi

Kelenjar suprarenal (Adrenal)
• Terletak pada puncak kedua ginjal manusia
• Dibagi dalam 2 bagian Cortex dan medula
• Cortex dibentuk oleh
a. Zona glomerulosa à aldosteron
b. Zona fasikulata à Cortison
c. Zona reticularis à Testosteron
• Medula àEpinefrin dan norepinefrin
• Fungsi utama dari kelenjar adrenal adalah mempertahankan lingkungan dalam badan agar berada dalam keadanan konstan.
• Sekresi kelenjar korteks dirangsang oleh ACTH
• Sekresi kelenjar medula dirangsang oleh nukleus dalam Hipotalamus melelui saraf Splachnikus melalui saraf simpatis yang berakhir diantara sel medulla.atas respons terhadap takut, stress menyebabkan denyut jantung naik dan masunya glukosa dari hati

Cortex suprarenal
• Zona glomerulosa àmineralokortikoid contoh : aldosteron
• Zona Fasikulataàglukokortikoid ; contoh : kortison
• Zona Retikularisàsex hormon

Medula suprarenalis
• Sel Chromafin
• Menghasilkan epinefrin dan norepinefrin
• Dianggap sebagai “modified symphatetic ganglion” terdiri atas postganglionic neuron tanpa dendrit dan akson.

Histofisiologi kelenjar suprarenalis
• Menghasilkan mineralokortikoid (aldosteron), glukocortikoid, dan androgen.
• Mempertahankan keseimbangan “internal environtment”dengan memberikan respons fisiologis terhadap stress akut, jejas, atau kekurangan nutrisi dan air dalam kurun waktu lama.

Kelenjar Pineal (Pineal body)
• Sekresinya dipengaruhi oleh periode terang dan gelap dari hari
• Projeksi dari diensefalon
• Dilapisi oleh piamater yang selanjutnya membagi dalam lobus incomplet dimana suplay darah menuju ke kelenjar
• Dibentuk oleh sel pinealosit dan sel interstisial
Pinealosit
• Inti sferis, SER, RER,Golgi, Mitikondria, Cytoskeleton
• Produksi Melantonin (disekresi waktu malam)àngantuk , serotonin (diproduksi pada siang hari)
• Dapat mengeliminasi radikal bebas pada waktu stress
• Di negeri kutub melantonin berlebih àseasonal afective disorder (SAD) à malas dan cenderung depresi dan mempengaruhi cyclic gonadal activity
Sel interstisial
• Semacam sel gilia
• Mengandung pengendapan kalsium disebut aranacea (pasir otak)

Kelenjar Timus
• Produksi hormon Timosin alfa, beta 1 sampai lima (B1àB5), timopoietin I dan II, Thimic Humoral Factor (THF), Thymostimulin factor thymic serum (FTS)
• Fungsinya: maturasi sel T, membantu aktifitas sel limfosit B, mempangaruhi sekresi hormon reproduksi dari hipofise.
• Sel targenya adalah Limfosit T dan B

Hormon pada saluran cerna
1. Secretin.
a. Hormon poliperpida yang diproduksi oleh mukosa duodenum
b. Merangsang sekresi “pancreatic juice”yang kaya bicarbonate untuk menetralisisir asam dalam usus (sel targetnya adalah sel pankreas)
2. Cholecystokinin (CCK).
a. Diproduksi oleh mukosa duodenum
b. Menstimuli kontraksi kantong empedu dan sekresi “pancreatic juice”.
c. Dikenal juga 2 hormon yang bekerja pada usus (villikinin,merangsang kontraksi villi dan motilin, merangsang motilitas usus) dan 2 hormon lain yang bekerja pada lambung yaitu bombesin, merangsang sekresi asam lambung dan menghambat motilitas lambung serta “gastric – Inhibitory polipeptida”yang menghambat sekresi asam lambung
3. Gastrin
a. Diproduksi oleh musosa lambung
b. Merangsang sekresi asam lambung dan enzym digestive

Placenta
• Organ yang berkembang pada wanita hamil merupakan sumber nutrisi bagi fetus yang sedang berkembang.
• Memproduksi estrogen, progesteron dan “human choreonic gonadotrofic hormon” (HCG)

Prostaglandin
• Substansi asam lemak tidak jenuh yang terdiri dari 20 Carbon.
• Dibentuk oleh asam lemak yang membentuk struktur membrana sel àstruktur tipe khusus prostaglandin tergantung dari asam lemakyang ada dalam membrana selMula – mula diduga berasal dari prostat àprostaglandin
• Dikenal ada 16 jenis prostaglandin yang termasuk dalam 9 klas prostaglandin yang diberi nama PGAàPGJà àPGI
• Mulai dikenal mula-mula diproduksi di kelenjar grostat maka diberikan nama prostaglendin, belakangan dikenal ada 16 jenis prostaglandin yang termasuk dalam 9 klas prostaglandin yang diberi nama PGAà PGI


MuskuLoskeLetaL

0 komentar
Muskuloskeletal


Komponen utama sistem muskuloskeletal adalah jaringan ikat yang t/d : tulang, otot, sendi, bursa, tendon, ligamen dan jaringan khusus lainnya


Skelet

- Komponen utama tulang adalah mineral dan jaringan organik ( kolagen & proteoglikan )

- Kalsium dan fosfat membentuk kristal garam (hidroksi apatit) yang tertimbun pada matriks kolagen & proteoglikan

- Matriks organik tulang disebut juga osteoid, komposisi osteoid : 70% kolagen (yg sangat kaku) dan as. Hialuronat (proteoglikan)


Struktur Tulang Panjang

1. Diafisis/Batang :

- Bag. Tengah tulang, btk silinder

- Tersusun dari tulang kortikal yg kuat

2. Metafisis

- Bag.yg melebar,mengandung sumsum

- Menopang sendi, menyediakan tempat yang luas untuk perlekatan sendi dan ligamen di epifisis.

- Tersusun dari trabekular/spongiosa

3. Epifisis

- Lempeng epifisis:daerah pertumbuhan tulang longitudinal pada anak-anak.

- Pada dewasa, bag epifisis akan menyatu dengan metafisis à pertumbuhan tulang terhenti


MORFOLOGI TULANG

• Mikroskopik tulang

Tulang terdiri dari 3 jenis sel :

1. Osteoblas :

- membangun tulang dengan membentuk kolagen tipe I & proteoglikan sebagai matriks tulang/ osteoid melalui proses osifikasi

- Osteoblas mensekresi fosfatase alkali yg akan mengendapkan kalsium & fosfat ke dalam matriks tulang. Sebagian fosfatase alkali masuk pembuluh darah sebagai indikator pembentukan tulang post fraktur & metastase

2. Osteosit : sel-sel tulang dewasa sbg lintasan untuk pertukaran kimiawi melalui tulang yang padat

3. Osteoklas :

- Sel-sel besar berinti banyak yg memungkinkan mineral & matriks tulang dapat diabsorbsi

- Menghasilkan enzim proteolitik yg memecahkan matriks & beberapa asam yg melarutkan mineral tulang à kalsium & fosfat terlepas ke dalam darah , artinya osteoklas bersifat mengikis tulang




Metabolisme Tulang

Diatur oleh :

1. Hormon paratiroid :

- menyebabkan kalsium & fosfat diabsorbsi menuju serum

- ↑ paratiroid : secara perlahan juga ↑ jumlah & aktifitas osteoklasà demineralisasi.

- hiperparatiroidà batu ginjal

2. Vit D :

- meningkatkan deposisi & absorbsi tulang

- ↑ vit D à absorbsi tulang

- Vit D dlm jumlah kecilà ↑ absorbsi kalsium & fosfat oleh usus

3. Estrogen

- menstimulasi osteoblas

- menopause : estrogen ↓ à aktifitas osteoblastik ↓ à ↓ matriks organik tulang à osteoporosis

- pemberian glikokortikoid dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan osteoporosis oleh karena kegagalan osteoblas membentuk matriks tulang baru.

moLLuscum contagiosum

0 komentar
Molluscum contagiosum
Definisi

Molluscum contagiosum (MC) adalah virus infeksi kulit yang relative umum paling sering menyerang anak - anak. Virus ini menyebabkan timbulnya benjolan keras (papules) yang tidak terasa sakit namun kadang terasa gatal dan biasanya hilang dalam satu tahun tanpa perawatan. Jika papules tersebut ada yang lecet atau terluka, infeksi dapat menyebar ke kulit sekitarnya.

Moluskum kontagiosum dapat ditemukan di seluruh dunia, dengan angka kejadian paling tinggi di negara tropis. Walaupun umumnya terjadi pada anak – anak yang berusia antara 1 – 10 tahun, molluscum dapat menyerang orang dewasa juga. Pada orang dewasa, molluscum contagiosum mengenai alat kelamin yang dianggap penyakit yang ditularkan secara seksual (STD). Penyakit yang terlihat pada orang dewasa dapat mengubah sistem kekebalan tubuh.

Molluscum contagiosum dapat menyebar langsung melalui kontak orang – ke – orang dan melalui kontak dengan objek yang telah terkontaminasi oleh virus. Infeksi dari lukanya berkisar dari 2 minggu sampai 6 bulan, dengan rata – rata periode inkubasi 6 minggu. Karena itu menyebar dengan mudah, dokter sering menyarankan perawatan medis, khususnya untuk orang dewasa.
Gejala

Molluscum contagiosum dapat membesar, bulat, benjolan daging yang berwarna (papules) pada kulit. Papulesnya :

· Kecil, biasanya sekitar 1 / 16 inci sampai 3 / 16 inci ( diameternya sekitar 2 sampai 5 millimeters).

· Yang khasnya memiliki lekukan kecil atau titik di atas benjolannya.

· Dapat menjadi merah dan menjadi radang.

· Dapat dengan mudah menyebar melalui goresan atau senggolan dari virus tersebut, tetapi virus ini hanya menyebar ke sekitar kulit.

Di sekitar 10% dari kasus, eksim berkembang di sekitar luka. Mereka kadang – kadang dapat menjadi tambah parah oleh infeksi bakteri sekunder. Pusat lunak inti luka berisi virus. Dalam proses yang disebut autoinoculation, virus dapat menyebar ke daerah – daerah kulit sekitarnya. Anak – anak khususnya, rentan terhadap auto–suntikan, dan mungkin memiliki luka yang banyak.

Pada anak – anak, papules biasanya muncul pada wajah, leher, siku, tangan dan lengan. Pada orang dewasa, molluscum contagiosum dapat menjadi penyakit yang ditularkan secara seksual (STD) dan biasanya terlihat pada alat kelamin, perut bagian bawah, dan sebelah dalam atas paha dan pada pantat. Penyakit ini tidak menyebabkan penyakit serius dan tidak berhubungan dengan kutil pada alat kelamin, yang disebabkan oleh manusia papillomavirus (HPV). Namun, orang dewasa dengan molluscum pada bagian genitalnya harus diperiksa untuk STD lain.


Penyebab


Molluscum contagiosum hasil dari infeksi oleh virus molluscum contagiosum - anggota dari keluarga Poxvirus.
Virus ini langsung dengan mudah menular melalui kulit – ke – kulit dan melalui kontak dengan objek yang telah terkontaminasi oleh virus tersebut, seperti mainan, pegangan pintu dan pegangan keran. Virus ini juga dapat menyebar melalui hubungan seks dengan orang yang telah terjangkit penyakit tersebut. Senggolan atau menyentuh papules dapat menyebabkan virus menyebar ke daerah – daerah lain kulit. Bila papules digaruk, virus ini dapat menyebar ke kulit di sekitarnya. Daerah lipatan kulit yang lembab, seperti di ketiak, dapat mempercepat penyebaran virus.


Wabah dapat terjadi dalam keadaan berikut:

· Kolam renang,

· gulat,

· Selama operasi, oleh seorang pakar bedah dengan tangan luka (sakit),

· memiliki Tato (jarang), dan

Secara seksual


Pencegahan


Untuk membantu mencegah penyebaran virus:


· Jangan sentuh, bergesekan atau bersenggolan dengan bagian yang terdapat papules. Barang yang telah tersentuh daerah terinfeksi juga dapat menyebarkan virus.

· Jangan biarkan orang lain menggunakan barang - barang pribadi Anda. Ini termasuk pakaian, handuk, sikat rambut pribadi atau barang lainnya. Hentikan pinjaman dari barang - barang tersebut dan meminjam barang dari orang lain juga.

· Hindari kontak seksual sampai papules disembuhkan dan telah bersih sepenuhnya.


Berhati – hatilah berenang di fasilitas kolam renang umum.

Hal ini masih belum jelas apakah molluscum virus dapat menyebar di air yang telah terdesinfeksi yang terdapat di kolam renang. Para ahli menduga bahwa kemungkinan besar yang menyebarkan virus melalui penggunaan handuk mandi bersama atau kontak langsung kulit dengan kulit. Untuk membantu mencegah penyebaran molluscum, meliputi papules, dengan memakai baju renang yang dibalut dengan ketat, dan tidak berbagi handuk, mainan atau papan seluncur udara. Jika Anda memiliki molluscum, hindari kontak melalui permainan olahraga seperti gulat karena virus dapat menyebar dengan cara ini.


Pengobatan


Pada individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang normal, moluskum kontagiosum akan sembuh sendiri tanpa pengobatan dalam waktu enam sampai 18 bulan. Karena moluskum kontagiosum dapat mudah menular, dokter biasanya akan merekomendasikan tindakan medis, terutama untuk orang dewasa. Tindakan medis ini meliputi pengangkatan papul melalui:
Operasi
Cryotherapy (pembekuan dengan nitrogen cair)
Electrocautery (terapi dengan jarum)
Terapi laser


Walaupun penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gatal, pada beberapa orang dapat timbul dermatitis di sekitar papul sehingga dapat menimbulkan rasa gatal. Pengobatan untuk gatal karena dermatitis dapat menggunakan krim atau salep hidrokortison (kortikosteroid). Namun krim atau salep ini dioleskan hanya di daerah dermatitis dan tidak pada papul moluskum kontagiosum. Kelainan ini dapat menjadi berat dan meluas pada orang dengan kekebalan tubuh yang lemah seperti pada penderita AIDS.


Obat alternatif


Molluscum contagiosum tidak seperti sinanga virus, yang dapat tetap giat dalam Tubuh dalam Jangka waktu yang lama dan kemudian Muncul lagi. Dengan demikian, bila perawatan telah menyebabkan penghapusan semua gundukan, infeksi yang telah diobati secara efektif dan tidak akan muncul lagi kecuali pasien terinfeksi kembali.


Beberapa perawatan yang tersedia di Internet mengklaim untuk segera menyembuhkan infeksi molluscum, namun tidak ada obat keras yang dalam uji klinis telah tampak sangat efektif secara konsisten dalam membersihkan virus, sehingga produk ini mungkin tidak efektif.


Selain itu, periksalah dengan dokter anda sebelum menggunakan suplemen diet atau perawatan kulit - terutama jika Anda pernah memiliki eksim - untuk memastikan perawatan tersebut tidak akan secara berlawanan berinteraksi dengan obat lain atau perawatan yang anda gunakan.


Betadine

Ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan di rumah. Betadine dapat mudah dipoles perlahan pada daerah terinfeksi selama 5 menit setiap hari sampai luka bersih (hal ini tidak dianjurkan bagi mereka yang alergi yodium atau betadine). Namun, kemampuan yodium untuk menembus kulit utuh adalah tipis, dan tanpa pin tusukan jarum atau memandikan setiap molluscum jejas, metode ini tidak bekerja dengan baik. Jangan gunakan pada kulit Rusak.


Astringents

Zat Kimia yang diterapkan ke permukaan luka molluscum berturut – turut untuk memusnahkan lapisan kulit,missal : trichloroacetic Asam, podophyllin resin, kalium hidroxid, dan cantharidin.



Australia nipis Myrtle

Sebuah studi menunjukkan 2004 lebih dari 90% penurunan dalam jumlah luka pada 9 dari 16 anak-anak dirawat dengan 10% kekuatan solusi dari minyak Australia nipis Myrtle (Backhousia citriodora). Namun minyak mungkin dapat menyakitkan kulit normal di konsentrasi 1%.


Minyak Teh pohon.

Lain minyak, minyak teh pohon dilaporkan kepada setidaknya mengurangi pertumbuhan dan penyebaran luka bila digunakan dalam keadaan cair. Minyak Teh pohon dapat menyebabkan infeksi kulit ke kulit sensitif, gunakan dengan hati – hati dan berhenti jika makin besar.


Imiquimod.

Kadang – kadang resep dokter Imiquimod, jadwal optimal untuk penggunaannya belum dapat didirikan. Imiquimod adalah bentuk – Immunotherapy. Immunotherapy memicu sistem kekebalan tubuh Anda untuk melawan virus yang menyebabkan pertumbuhan kulit. Imiquimod diberikan 3 kali per minggu, pada kulit untuk 6 hingga 10 jam, dan dicuci kemudian. Penelitian kecil telah berhasil menunjukkan bahwa hanya sekitar 80% dari waktu inkubasi. Dosis aturan hidup lain: berlaku imiquimod tiga kali setiap hari selama 5 hari berturut setiap minggu. Hal ini tidak disetujui FDA untuk perawatan molluscum contagiosum.


Bedah perawatan.

Bedah perawatan termasuk cryosurgery, dalam nitrogen cair yang digunakan untuk membekukan dan memusnahkan luka, serta mengangkut mereka dengan kuret. Penerapan nitrogen cair dapat menyebabkan pembakaran atau menyengat saat di rawat, yang mungkin dapat bertahan selama beberapa menit setelah pengobatan. Scarring atau hilangnya warna dari luka dapat menyulitkan perawatan. Dengan nitrogen cair, melepuh dapat membantu pengobatan, tetapi akan mengelupaskan dalam dua sampai empat minggu. Walaupun penggunaannya telah dilarang oleh FDA di Amerika Serikat dalam bentuk murni, formulanya tidak ditambahkan air, yang juga agen cantharidin yang panas sekali dapat efektif.

NB : Perlu dicatat bahwa cryosurgery mengangkut kuret dan tidak menimbulkan rasa sakit pada prosedurnya. Mereka juga dapat meninggalkan parut dan / atau randa – tanda tetap putih (depigmented).


Laser.

Denyutan kuat celupan terapi laser untuk molluscum contagiosum mungkin pengobatan dari beberapa pilihan untuk luka dengan kerjasama pasien. (Dermatologic Bedah, 1998). Penggunaan denyutan kuat celupan laser untuk pengobatan dari MC telah didokumentasikan dengan hasil yang sangat baik. Luka disembuhkan tanpa scarring dalam waktu 2 minggu. Studi menunjukkan 96% - 99% dari luka diselesaikan dengan satu perawatan. Denyutan celupan laser cepat dan efisien, tetapi biaya yang menjadikannya kurang efektif dibandingkan pilihan lain. Juga, tidak semua kantor dermatologi ini telah menggunakan 585nm laser. Yang Penting untuk diingat bahwa pengangkatan tidak terlihat benjolan menyembuhkan penyakit. Virus ini pada kulit dan benjolan baru yang sering muncul selama satu tahun sampai badan menjadi kebal terhadap virus. Jadi setiap bedah perawatan diperlukan untuk mengulangi setiap waktu virus baru dari luka muncul.


Prognosa.

Sebagian besar kasus molluscum akan dibersihkan secara alami dalam dua tahun (biasanya dalam 9 bulan). Sepanjang kulit tumbuh yang hadir, ada kemungkinan transmisi infeksi ke orang lain. Bila kulit tumbuh yang hilang, kemungkinan untuk menyebarkan infeksi tersebut ditutup. Tidak seperti sinanga virus, yang dapat tetap tidak aktif dalam tubuh untuk bulan atau tahun sebelum muncul kembali, molluscum contagiosum tidak tetap dalam tubuh, ketika kulit tumbuh tersebut telah pergi dari kulit dan tidak akan muncul lagi pada mereka sendiri. Namun, seperti yang umum terjadi, tidak ada imunitas permanen untuk virus, dan ada kemungkinan untuk menjadi terinfeksi lagi di masa yang akan datang atas hubungan ke orang yang terkena.


Cidofovir (Vistide),
melalui IV digunakan untuk infeksi di mata orang dengan AIDS (obat ini tampaknya sangat efektif bila diterapkan untuk luka molluscum yang cukup parah, meskipun ini belum secara resmi disetujui oleh FDA untuk pengobatan dari MC).

FisioLogi oTot

0 komentar
FISIOLOGI OTOT

Otot adalah sebuah mesin yang yang merubah suatu ide dari otak menjadi sebuah gerakan . Perubahan ini membutuhkan energi yang besar.
Bila tidak ada otot, maka tidak akan ada yang dapat kita lakukan.

Struktur Otot
Sistem otot adalah sistem biologi manusia yang dapat digerakkan
Otot merupakan jaringan yang dapat berkontraksi, secara embriologi berasal dari lapisan mesodermal.
Otot terdiri dari kumpulan sel-sel otot

Masing-masing sel otot terdiri dari :
• sarkolema : membran sel otot
• miofibril : bagian serabut otot yang mengandung filamen aktin dan miosin
• sarcoplasma : adalah tempat tertanamnya miofibril. Banyak mengandung cairan intrasel, mitokondria dan retikulum endoplasma.
• retikulum sarkoplasma : merupakan retikulum endoplasma yang berfungsi untuk menentukan kecepatan kontraksi otot.

Endomysium : masing-masing sel otot terbungkus dalam endomisium
Perymisium : kumpulan sel2 otot tadi diliputi oleh fasikel dan disebut perimisium
Epymisium : ikatan otot yang lebih besar

Otot rangka
• merupakan otot yang pergerakannya disadari.
• terdiri dari banyak inti, letaknya di tepi dan bercorak
- neuromuscular junction :
adalah tempat dimana motor neuron menstimulasi sel otot rangka. Otot rangka berkontraksi berdasarkan hantaran impuls dari motor neuron.
- Fungsi otot rangka :
1. Mendukung tubuh
2. Membantu pergerakan tulang
3. Ikut menjaga kestabilan suhu tubuh
4. Membantu proses saat kontraksi sistem kardiovaskular dan sistem limfatik
5. Melindungi organ dalam
6. Menstabilkan persendian

Otot polos
- merupakan otot yang gerakannya tidak disadari.
- Terdapat pada organ tubuh seperti : esofagus, usus, bronkus, uterus, ureter, bladder, vena.
- Otot polos terdiri dari satu inti dan tidak bercorak

Otot jantung
- Merupakan otot yang gerakannya tidak disadari
- Struktur otot jantung terdiri dari satu inti, tetapi bercorak.
- Otot jantung hanya terdapat pada organ jantung .

The anatomy of a sarcomere
The thick filaments produce the dark A band.
The thin filaments extend in each direction from the Z line. Where they do not overlap the thick filaments, they create the light I band.
The H zone is that portion of the A band where the thick and thin filaments do not overlap.
The entire array of thick and thin filaments between the Z lines is called a sarcomere. Shortening of the sarcomeres in a myofibril produces the shortening of the myofibril and, in turn, of the muscle fiber of which it is a part.

Sliding Filament Theory
The theory of how muscle contracts is the sliding filament theory. The contraction of a muscle occurs as the thin filament slide past the thick filaments. The sliding filament theory involves five different molecules plus calcium ions. The five molecules are: myosin, actin, tropomyosin, troponin, and ATP.
Myosin
The myosin molecules are bundled together to form the thick filament. The head (cross bridge) of the myosin molecule has the ability to move back and forth. The flexing movement of the head provides the power stroke for muscle contraction. The hinge portion of linear tail allows vertical movement so that the cross bridge can bind to actin on the thin filament. The cross bridge has two important binding sites. One site specifically binds ATP, a high energy molecule.
ATP
This binding of ATP transfers energy to the myosin cross bridge as ATP is hydrolyzed into ADP and inorganic phosphate. The second binding site on the myosin cross bridge binds to actin.
Actin
Actin is the major component of the thin filament. Tropomyosin entwines around the actin and covers the binding sites on the actin subunits and prevents myosin cross bridge binding.
Troponin is attached and spaced periodically along the tropomyosin strand. After an action potential calcium ions are released from the terminal cisternae and bind to troponin. This causes a conformational change in the tropomyosin-troponin complex, "dragging" the tropomyosin strands off the binding site.
Calcium
The five organic molecules and the calcium ions all work together in a coordinated maneuver to cause the thin filament to slide past the thick filament, and are illustrated here
Sliding Filament Theory
Menjelaskan cara otot berkontraksi.
- Saat relaksasi : ujung filamen aktin tidak tumpang-tindih, filamen miosin saling tumpang-tindih sempurna
- Saat kontraksi filamen aktin tertarik ke dalam filamen miosin sehingga saling tumpang-tindih. Membran Z juga tertarik oleh filamen aktin sampai ujung filamen miosin.

Teori Roda Pasak
- Saat kepala jembatan melekat pada active site butuh tenaga yang besarà kepala miring ke pertengahan filamen miosin dan menarik filamen aktin = power stroke. Kemudian kepala akan terlepas dari active site
- Saat kepala terlepas dari active site, terjadi gerak miring lagi yang menimbulkan power stroke àfilamen aktin bergerak maju
- Kepala jembatan akan membengkok bolak-balik dan menarik filamen aktin ke arah pusat filamen miosin
- Pergerakan jembatan menggunakan active site filamen aktin disebut dengan roda pasak
The energy necessary for muscle contraction is provided by ATP. ATP energizes the power stroke of the myosin cross bridge, disconnects the myosin cross bridge from the binding site on actin at the conclusion of a power stroke, and energizes the calcium ion pump. In order to make ATP, the muscle does the following: breaks down creatine phosphate, adding the phosphate to ADP to create ATP, carries out anaerobic respiration by which glucose is broken down to lactic acid and ATP is formed, and carries out aerobic respiration by which glucose, glycogen, fats and amino acids are broken down in the presence of oxygen to produce ATP.

The contraction of a skeletal muscle is the result of the activity of groups of muscle cells called motor units. In skeletal muscle, the cells never contract individually. Rather they contract as groups of muscle cells that are collectively connected to a motor nerve originating in the spinal cord. The combination of the motor nerve cell (neuron) and the muscle cells it innervates is known as the motor unit. The size of the motor units determines the precision of movement that a particular muscle can produce.

Hubungan saraf-otot
- Ujung serabut saraf(end plate) berinvaginasi ke dalam serabut otot diluar membran plasma (synaptic gutter)
- Bila impuls saraf mencapai hubungan saraf-otot à dilepaskan asetilkolinà sebagian berdifusi keluar synaptic gutter, sisanya dihancurkan oleh kolinesterase
- Membran otot menjadi sangat permeabel thd ion natriumàpotensial membran ↑ pada daerah endplate àpotensial endplate