Tampilkan postingan dengan label histoLogi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label histoLogi. Tampilkan semua postingan

Jumat, Januari 02, 2009

sistem rEproDukSi waniTa

0 komentar
System Reproduksi Wanita
P.J.Soehandono,dr.SpPA

Riwayat singkat kehidupan alat reproduksi wanita
1. Alat reproduksi wanita terdiri dari :
a. Alat reproduksi interna
b. Alat reproduksi eksterna
2. Perkembangannya akan terhenti sementara sampai saat awal masa pubertas
3. Mulai dari awal pubertas akan berkembang setelah dipengaruhi oleh hormon gonadotropik yang dikeluarkan olah hipofise
4. Akibat pengaruh gonadotropic hormon maka alat reproduksi akan mengalami deferensiasi dengan kulminasi sewaktu menarche.(haid pertama)
5. Selama masa subur, haid berlangsung setiap 28 hari dan berhenti sewaktu hamil
6. Haid akan berhenti sama sekali pada waktu menopouse
Komposisi
1. Dua Ovarium
2. Dua Tuba Ovarii
3. Uterus (Corpus / Fundus / Serviks)
4. Genetalia eksterna



Ovarium
A. Korteks
B. Medulla
C. Regulasi hormonal pada fungsi Ovarium

A. Korteks Ovarium
a. Folikel Ovarium
b. Ovulasi
c. Corpus Luteum
d. Corpus Albicans
e. Folikel Atretik

a. Folikel Ovarium
1. Folikel Primordial
• Merupakan Oocyt Primer
• Dilapisi sel folikuler tipis (sel skuamosa) saling melekat dengan desmosome
• Dibagian luar dikelilingi oleh stroma
• Inti berada dalam fase profase meiosis I
• Sitoplasma mengandung RER, Mitokondria, Golgi, Ribosome bebas,
2. Folikel Primer
• Oocyt dilapisi oleh epitel folikuler selapis kubis (Folikel primer unilameler)
• Bila berkembang terus akan dilapisi oleh beberapa lapis (Folikular primer multilameler) àsaat ini sel folikuler disebut sel granulosa
• Saat ini pula muncul substansi amorf disebut Zona pellucida yang diproduksi oleh Oocyt
• Zona pellucida memisahkan Oocyt dengan sel granulosa
• Zona pellucida terdiri atas 3 macam glycoprotein (Zp1, Zp2, Zp3)
• Microvilli Oocyt dan filopodi sel folikuler saling kontak menembus zona pellucida membentuk “gap junction”untuk komunikasi Oocyt & luar
• Sel stroma berubah menjadi theca interna dan theca eksterna.
• Theca interna mempunyai ultrastruktur sebagai sel penghasil steroid, dalam sitoplasmanya banyak mengandung droplet lipid dan banyak SER serta krista mitokondria tubuler. Menghasilkan androstenedion yang masuk kedalam sel granulosa dan dirobah menjadi estradiol
• Theca ekterna merupakan jaringan ikat fibrotik
3. Folikel sekunder
• Oocyt dilapis lapisan Zona pellucida yang tebal dan beberapa lapis sel granulosa
• Proliferasi sel granulosa berlansung terus atas rangsangan FSH
• Diantara sel granulosa terisi oleh liquor folikuli
• Liquor folikuli merupakan eksudat plasma mengandung glycosaminoglicans, steroid binding protein, progesteron, estradiol, inhibin, folikulostatin dan activin, yang mengatur release LH dan FSH. Selanjutnya FSH terus merangsang sel granulosa untuk produksi Estrogen & reseptor untuk LH
• Dengan timbulnya liquor folikuli maka disebut Folikel sekunder.
• Liquor folikuli bergabung membentuk rongga besar disebut Antrum
• Dengan demikian sekarang Oocyt dikelilingi oleh sel granulosa selapis disebut Corona radiata menonjol kedalam lumen antrum tetapi masih menempel dengan dinding folikel melalui kelompokan sel granulosa disebut Cumulus oophorus
• Setelah sampai pada taraf perkembangan ini, maka kebanyakan folikel akan atretik tetapi tidak seluruh sel granulosa mengalami degenerasi; sisanya akan membentuk kelenjar interstisial dan memproduksi androgen sampai masa menopouse. Beberapa folikel sekunder akan berkembang menjadi folikel matur
4. Folikel matur (de Graaf)
• Sel granulosa yang membatasi folikel disebut membrana granulosa.
• Pembentukan liquor folikuli berlangsung terus menyebabkan Oocyt dikelilingi oleh Corona radiata yang melekat dengan membrana granulosa melalui Cumulus oophorus dengan liquor folikuli yang cukup banyak.
• Comulus oophorus mengandung Oocyte primer,Zona pelucida, Corona radiata, sel filikuler (sel granulosa yang berhubungan,
b. Ovulasi
• Pada hari ke 14 siklus menstruasi produksi estrogen oleh folikel memuncak à feedback information ke Hipofise à produksi FSH medadak stop àLH mendadak dikeluarkan oleh Hipofise
• Selanjutnya dikelurkanya LH akan meningkatkan aliran darah pada theca externa, plasma darah keluar àedema; histamin,prostaglandin dan colagenase akan dikeluarkan disekitar folikel de Graaf.

• Penambahan LH akan mengakibatkan:
a. Terjadi pembelahan meiotik pertama dan terbentuklah Oocyt sekunder serta polar body pertama.
b. Oocyt sekunder yang terbentuk selanjutnya memasuki proses meiotic kedua dan tehenti pada fase metafase.
c. Oocyt dan sel granulosa yang melekat (Cumulus oophorus) akan terovulasi.
d. Sisa folikel de graaf akan berobah menjadi corpus hemorargikum dan corpus luteum.
e. Ditempat akan terjadinya ovulasi, sesaat sebelum ovulasi, akan menonjol disebut Stigma yang avaskuler sehingga mudah robek dan terjadi ovulasi.
f. Selanjutnya Oocyt dan sel sel granulosa yang melekat akan tersedot masuk kedalam infundibulum. Bila dalam 24 jam tidak ada fertilisasi àdegenerasi
c. Corpus luteum
• Setelah ovulasi dan ovum keluar, maka folikel akan kolaps dan perdarahan yang ada, mengubahnya menjadi Corpus hemorrargikum
• Karena pengaruh LH maka corpus hemorargikum berubah menjadi corpus luteum sementara yang dilapisi oleh Granulosa lutein sel ( modifikasi sel granulosa)
• dan Theca lutein cells (modifikasi sel theca eksterna)
• Granulosa lutein cells (dibagian dalam dan merupakan 80 % populasi corpus luteum) memproduksi progesteron dan merubah androgen yang diproduksi theca lutein cells menjadi estrogen
• Progesteron dan estrogen àmenghambat produksi LH dan FSH. Tidak adanya FSH mencegah maturasi folikel àmencegah Ovulasi berikutnya. Tidak adanya LH àdegradasi Corpus luteum menjadi Corpus Luteum menstruasi.Apabila terjadi kehamilan akan terbentuh HCG oleh plasenta àCorpus Luteum menjadi Corpus Luteum kehamilan berlangsung sekitar 3 bulan.
d. CorpusAlbicans
Ruang bekas Folikel ovarium mula-mula akan menjadi corpus luteum baik c.l.menstruasi atau c.l kehamilan akan diinvasi oleh jaringan ikat disebut Corpus albicans dan akan berada dalam ovarium sebagai jaringan parut ; akan tetap tinggal disitu sampai diresorbsi.
e. Folikel Atretik
• Apabila sudah terjadi Ovulasi, maka Folikel berikut yang sudah mature akan mengalami penyusutan (atrofi) àFolikel atretik
• Tidak semua folikel akan mengalami ovulasi tetapi menjadi folikel atretik.
• Hanya sekitar 01-02 % menjadi mature dan mengalami ovulasi.
B. Medulla Ovarium
• Didalamnya terdapat Sel interstisial (pada hewan kadang – kadang membentuk kelenjar interstisial dan memproduksi estogen); pada manusia banyak yang mengalami involusi selama menstruasi pertama àtidak terlalu berfungsi.
• Ditemukan pula sel Hilus mengandung substansi seperti sel Leydig dan menghasilkan androgen
C. Regulasi hormonal pada fungsi Ovarium
1. GnRH
2. FSH.
3. LH.
4. Folikulostatin,Inhibin,Activin
5. Progesteron, Estrogen
6. Androgen
7. Relaxin

FSH dan LH
• FSH menstimuli pertumbuhan Folikel primordial menjadi Folikel mature (Graffian folicles)
• Primordial folikel adalah Oocyt dilapisi oleh sel folikel tipis (suportive dan pemberi nutrisi)
• Folikel primer adalah Oocyt dilapisi oleh beberapa lapis sel folikel bentuk kuboid
• Folikel sekunder adalah Oocyt dilapisi oleh beberapa lapis sel kuboidal (sel granulosa) dan sudah mulai muncul antrum. Terbentuk akibat melekatnya FSH pada reseptor khusus pada sel granulosa dan menstimulinya
• Folikel de Graaf (folikel mature) adalah Oocyt dilapisi oleh corona radiata, cumulus oophorous disertai theca (interna dan eksterna) yang sudah berkembang baik
• FSH juga merangsang sel theca interna untuk memproduksi androgen yang selanjutnya dirobah menjadi estrogen oleh sel granulosa.
• Sel granulosa juga memproduksi Inhibin, folliostatin dan activin yang ikut mengatur keluarnya FSH.
• Meningkatnya estrogen dan hormon lain yang diproduksi sel granulosa merangsang gonadotropik releasing hormon hipotalamus pada hipofise anterior dan LH diproduksi; setelah memuncak, maka produksi FSH dihambat melalui 2 jalur, langsung ke hipofise anterior atau melalui hipotalamus (kira-kira menjelang hari ke 14 siklus haid 28 hari)
• Meningkatnya LH àOvulasi, Oocyt sekunder pada fase metaphase dikelilingi oleh corona radiata terlempar keluar dan ditangkap oleh fimbriae tuba Falopii.
• Sel granulosa dan sel theca interna yang tertinggal (mempunyai reseptor LH) àberubah menjadi corpus Luteum
• Sel granulosa berubah menjadi sel granulosa lutein dan sel theca interna berubah menjadi sel theca lutein. Keduanya menghasilkan progesteron.
• Inhibin, folliostatin dan activin memberikan reaksi umpan balik àFSH keluar.
• Meningkatnya LH secara mendadak merangsang Oocyt primer melalukan dan melengkapi proses Meiosis I menjadi Oocyt sekunder dan memasuki proses Meiosis II yang berhenti pada fase metaphase dan setelah fertilisasi proses Meiosis II diteruskan menjadi lengkap.
• Meningkatnya LH àOvulasi dimulai dan Oocyt sekunder dikelilingi corona radiata terlempar keluar dan diterima oleh fimbriae tuba ovarii.
• Sel granulosa dan sel theca yang tertinggal mempunyai reseptor LH dan berubah menjadi sel granulosa lutein dan sel theca lutein, keduanya menghasilkan progesteron.
• Setelah ovulasi, maka inhibin, folliostatin dan activin tetap diproduksi oleh corpus luteum dan memberikan balik terhadap keluarnya FSH
• Bila tidak terjadi fertilisasi maka corpus luteum akan tetap bekerja kira-kira 14 hari dan selanjutnya berubah menjadi corpus luteum menstruasi.
• Bila fertilisasi dan implantasi terjadi maka corpus luteum akan membesar dan berubah menjadi corpus luteum kehamilan dan akan tetap bekerja walaupun selanjutnya plasenta yang bertanggung jawab memelihara keseimbangan hormonal.
• Progesteron merangsang perkembangan endometrium uterus dan menhambat sekresi LH
• LH akan drastis menurun dan corpus luteum mengalami degenerasi.
• Bila terjadi kehamilan HCG yang diproduksi plasenta akan memelihara corpus luteum kehamilan pada awal kehamilan dan tetap memproduksi progesteron.
• Pada kehamilan ke 4 kontrol hormonal diambil alih oleh plasenta.
• Plasenta juga memproduksi hormon relaxin berguna untuk melunakkan fibrokartilago simfisis pubis àmemudahkan partus.

Tuba Fallopii

1. Dibagi menjadi 4 bagian:
• Infundibulum dan Fimbriae
• Ampula
• Isthmus
• Regio intramural
2. Dindingnya ada 3 lapis: Mukosa, lamina propria,muscularis dan serosa
3. Mukosa melipat longitudinal; paling menonjol pada ampula.
4. Dilapisi oleh epitel selapis kolumner; yang paling tinggi pada infundibulum dan terendah pada tuba mendekati uterus
5. Terdiri atas 2 macam sel, Peg cells dan Ciliated cells
6. Peg cells mensekresi zat yang berguna memberikan fasilitas capacitation kepada spermatozoa sehingga mampu membuahi ovum dan sekaligus memberikan nutrisi dan proteksi kepada embryo pada perkembangan awal. Disamping itu sekresi peg cells bersama dengan aliran cairan menuju uterus mencegah mikroorganisme menuju ke ovarium àrongga peritoneum.
7. Ciliated cells mendorong ovum, Zigote (kalau ada) dan sekresi peg cells menuju uterus.
8. lamina propria merupakan jaringan ikat longgar mengandung fibroblast, mast cells, sel limphoid, collagen dan serabut retikulin.
9. Lapisan otot terdiri atas otot polos tersusun sirkuler didalam dan longitudinal diluar.
10. Lapisan serosa dilapisi oleh epitel selapis pipih. Diantara serosa dan lapisan otot banyak mengandung pembuluh darah dan syaraf otonom. Karena banyak vaskularisasinya dan sewaktu otot polos kontraksi àbendungan vena àtuba dan fimbria melekat pada ovarium waktu ovulasi. Kontraksi otot dan gerakan silia àOvum tersedot masuk kedalam tuba àmenuju uterus.

Uterus
A. Corpus dan Fundus
B. Serviks
C. Siklus menstruasi
D. Fertilisasi
E. Implantasi
F. Pertumbuhan Plasenta.

Corpus dan fundus
1. Endometrium
• Merupakan mukosa yang melapisi lumen uterus
• Permukaanya dilapisi oleh epitel selapis columnar bersilia dan tidak bersilia tetapi bersekresi
• Lamina propria padat dengan stelate – shape cells dengan jaringan ikat kolagen tidak teratur. Disamping tersebut diatas lamina propria juga mengandung makrofag, leukosit dan banyak serabut retikuler.
• Didalam lamina propria banyak mengandung kelenjar simple-branched tubuler dilapisi oleh epitel menyerupai epitel permukaan tetapi tidak bersilia.
• Endometrium terdiri atas 2 lapis Stratum fungsionalis dan basalis.
• Stratum fungsionalis banyak vaskularisasinya, berasal dari arcuate artery à straigh artery à helical artery terkelupas waktu menstruasi.
• Stratum basalis. Mengandung jaringan ikat dan sebagian (sisa) kelenjarnya berproliferasi menggantikan stratum fungsionalis yang terkelupas.
2. Myometrium.
• Dilapisi oleh 3 lapis otot polos, Longitudinal dalam, sirkuler tengah dan longitudinal luar.
• Myometrium bagian tengah kaya vaskuler

A. Corpus dan Fundus
a. Endometrium
b. Myometrium
c. Serosa dan Adventitia
a. Endometrium
• Stratum fungsionale.
• Stratum basale
• Arteria arcuata
• Coiled helical arteries
• Straigh artery
• Simple-branch tubular gland
a. Endometrium
• Mukosa yang melapisi cavum uteri
• Permukaan luarnya dilapisisi oleh epitel columnar selapis sebagian bersekresi sebagian tidak bersekresi tetapi bersilia.
• Lamina propria mengandung stellate-shaped cells tesusun padat, ma
b. Myometrium
• Otot polos tersusun longitudinal, sirkuler
• Arteri / vena arcuata.
• Pngaruh Oxitocin
• Corticotropic hormon àprostaglandin
c. Serosa dan Adventitia
• Mesotel
• Jaringan ikat tanpa penutup sel epitel
B. Serviks
• Endoservis àEpitel kolumnar bersekresi
• EktoserviksàEpitel gepeng berlapis tanpa lapisan tanduk
• Kelenjar endoserviksàbersekresi disekitar Ovulasiàmemudahkan sperma masuk.
• Waktu hamil sekresi > kental (pengaruh progesteron)à membentuk “plugmencegah sperma masuk
• Serviks
• Waktu partus, corpus luteum mengeluarkan relaxin menginduce lisis kolagen pada dinding serviksàserviks mudah dilatasi.
C. Siklus menstruasi
a. Fase menstruasi
b. Fase proliferasi(folikular)
c. Ovulasi
d. Fase sekresi (luteal)

a. Fase menstruasi
• Hari ke 1 s/d hari ke 4.
• Terjadi akibat tidak terjadi fertilisasi.
• Hari ke 1 –14 corpus Luteum tidak berfungsi àprogesteron dan estrogen berkurang.
• Beberapa hari sbelum menstruasi lapisan fungsional kekurangan darah karena artri helikal konstriksi
b. Fase Proliferasi (Folikular)
• Dimulaai pada akhir perdarahan haid
• Dinding endometrium yang menjadi tipis akibat tercabik sewaktu perdarahan haid menebal dari 1 mm atau lebih menjadi 2 mm atau lebih, seiring dengan proliferasi sisa kelenjar yang ada akibat rangsangan estrogen yang diproduksi oleh folikel yang berkembang
• Arteri ulir tumbuh kedalam jaringan endometrium yang sedang berkembang tetapi tidak ditemukan pada1/3 permukaan endometrium
• Lamina propria juga berkembang berasal dati sisa stroma yang ada yang mengadakan proliferasi
c. Fase skresi (luteal)
• Fase ini terjadi akibat rangsangan progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum yang timbul setelah ovulasi terjadi
• Endometrium menebal menjadi sekitar 4 mm akibat hipertrofi kelenjar dan peningkatan cairan penyembab lamina propria.
• Penebalam endometrium dapat dibagi menjadi 3 bagian sbb:
a. lapis pejal (pada permukaan), sangat tipis berisi kelenjar lurus dikelilingi lamina propria yang sembab
b. lapis spongiosaa,mengandung kelenjar yang berkelok-kelok dikelilingi lamina proria yang sangat sembab. Lapis pejal dan spongiosa bersama sama disebut lapis spongiosa yang terlepas waktu haid
c. Lapisan paling dalam, Lapis basal mengandung ujung buntu kelenjar. Lapis ini tidak terkelupas sewaktu haid


D. Ovulasi
Peristiwa terjadinya pelepasan ovum dari ovarium akibat rangsangan Luteinizing hormon (LH)
E. Fertilisasi, Implantasi dan Perkembangan Placeta
a. Fertilisasi.
b. Implantasi
c. Perkembangan Plasenta
a. Fertilisasi
• Oocyt bersama Corona radiata terlepas dari Ovarium tersedot oleh tuba; dan dalam perjalanannya mendapatkan nutrisi dari “peg cells”dari dinding tuba
• Fertilisasi terjadi biasanya dalam Ampula. Oligosakarida khusus (melekat pada protein Zona pelusida), melekat dengan reseptor protein pada caput sperma
• Perlekatan tersebut menimbulkan reaksi acrosome yang memungkinkan inti sperma dapat masuk kedalam Oocyt.
• Selanjutnya akan terjadi reaksi kortical berupa pelepasan isi granula kortikal dalam sitoplasma Oocyt kedalam rongga perivitalin dan merusak reseptor sperma à sperma berikutnya tidak dapat masuk.
b. Implantasi
• Zygote àmorula àblastula à masuk kedalam dinding uterus
• Masuk karena adanya sel trofoblas
c. Pertumbuhan Plasenta (tembuni)
• Pada minggu kee 16 korion frondosum telah berkembang baik, dan plasenta tumbuh selama kehamilan akibat penambahan villi chorealis
• Plasenta mempunyai bagian fetal dan bagian maternal.
a. Bagian fetal bagian ini terdiri dari lempeng korion dan villus yang muncul dari lempeng. Vilus bermukim dalam lakuna tempat lewat aliran darah ibu. Vilus dibagi menjadi vilus penambatan vilus kibar. Vilus penghambat terbentang dari lempeng khorion ke desidua basal dan melambai lambai di dalam lakuna. Semua vilus mirip-mirip dan dibagian tengahnya terdapat kapiler fetal yang dilapisi oleh endotel khusus. Sel besar dengan inti bulat (sel Hofner) terdapat disini dan bersifat fagosit. Vilus dilapisi oleh 2(dua) lapis epitel di sebelah dalam sel sitotrofoblat (sel Laenghans) dan disebelah luar sel Sinsio trofoblat beberapa lapis dengan batas sel tidak jelas.
b. Bagian maternal terdiri dari desi dua basalis

Vagina
• Mukosa, muscularis dan adventitia.
• Epitel gepeng berlapis tnapa tanduk
• Floraàlactic acid àpH asam

Genetalia eksterna
• Vulva
• Labia mayora
• Labia minora
• Vestibulum
• Clitoris, gland clitoris,erectile body

Kelenjar payudara
• Kelenjar Payudara istirahat.
• Kelenjar payudara aktif (lactating adenoma)
• Areola dan Putting susu
• Sekresi Payudara


Senin, Desember 29, 2008

sistem geneTaLia pRia

0 komentar
Sistem Genetalia Pria
Dr.P.J.Soehandono, SpPA

Sistem Reproduksi Pria
1. TestisàSpermatozoa dan Testosteron
2. Duktus genitalia pria ( Tubulus Rektus s/d Uretra )
3. Kelenjar genetalia pria (Vesikula seminalis, Prostate dan Kelenjar Bulbouretralis Cowper)
4. Penis

Testis

Struktur dan suplay vasculer
• Perkembangan embriologi retroperitoneal tetapi waktu turun mendorong peritoneum yang nantinya menjadi tunika vaginalis membentuk rongga serosa yang menutupi bagian anterolateral yang memungkinkan adanya sedikit gerakan testis.
• Dilapisi oleh jaringan ikat kolagen disebut tunika albuginea
• Dibawah (lebih dalam) tunika albuginea ditemukan jaringan kaya vaskuler disebut tunika vaskulosa.
• 4.Dibagian posterior,tunika albuginea menebal disebut mediastinum testis dan selanjutnya bercabang menembus testis membentuk sekitar 250 lobuli testis.
• Setiap lobulus mempunyai 1-4 tubulus berujung buntu disebut tubulus seminiferous dikelilingi oleh jaringan kaya persarafan dan kaya vaskularisasi berasal dari tunika vaskulosa. Tersebar diantaranya ditemukan sel interstisial Leydig yang mensintesis testosteron


• Spermatozoa diproduksi didalam tubulus seminiferousàtubulus pendek lurus, tubulus rektusà pembuluh berbentuk jala rete testis dalam mediastinum à10-12 tubuli eferentes àduktus epididimis. Duktuli eferentes dan duktus epididimis, disebut Epididimis
• Suplay darah testis berasal dari Arteri testis yang masuk kedalam testis bersama-sama dengan keluarnya duktus deferen dan plexus pampiniformis yang berasal dari jaringan testis.Temperatur darah dalam plexus lebih rendah daripada Arteri testis àsehingga temperatur darah arteri renalis dan percaba bangannya lebih rendah (countercurrent heat exchage system) àtestis punya temperatur lebih rendah (35 C)

Tubulus seminiferus
• Panjang 30-70 Cm, penampang 150-250 mikrometer, sangat bergelung, ditemukan sekitar 1000 tubulus àpanjang 500 M
• Dindingnya dilapisi oleh Epitel seminife rous, basal lamina (pada hewan mengandung serabut otot (sel myoid) dan tunika propria banyak serabut kolagen tipe I.
• Epitel seminiferous terdiri atas 2 macam sel, Sel spermatogenik dan Sel Sertoli.
a) Sel Sertoli, sel kolumnar dengan banyak lekukkan pada bagian lateral dan apikal, inti terletak basal dan sitoplasma mengandung kristal Charcot-Bottcher yang fungsinya belum jelas benar.
• Satu sama lain dihubungkan oleh “Zonula occludens” à membagi lumen tubulus menjadi 2 compartemen compartemen basal dan compartemen adluminal dengan zonula occludens sebagai batas dan sekaligus sebagai “blood-testis barrier” à respons immun akan dihalangi dan Spermatozoa akan berkembang didalam adluminal sebagai “foreign cells”
• Sel Sertoli mempunyai fungsi :
• Suport fisik dan nutrisi
• Fagositosis sitoplasma selama spermatogenesis
• Blood-testis barrier
• Produksi Androgen Binding Protein (ABP) untuk mengikat terstosteron dan mempertahankan tidak akan keluar dari situ untuk diberikan kepada Spermotogonium yang sedang berkembang.
• Sintesis anti Mullerian hormon mencegah berkembangnya duktus Mulleri àkejantanan embrio dapat berkembang
• Sintesis Inhibin àmencegah dikeluarkannya FSH oleh Hipofise.
• Sekresi medium kaya fruktosa untuk memfasilitasi dan sebagi nutrisi selama spermatozoa melewati saluran genital.
• Sistesis testicular transferin suatu Apoprotein yang dapat menerima transferin serum dan memberikannya kepada Gamet yang berkembang.
b) Sel Spermatogenik
Spermatogonium (2n+XY) àSpermatosit I (2n +XY)àSpermatosit II (n+X atau n+Y) àSpermatid (n+X atau+Y)àSpermatozoa
• Spermatogenesis. Diferensiasi dari Spermatogonium menjadi spermatosit
• Meiosis.Proses pembelahan dari diploid Spermatosit primer menjadi haploid Spermatid.
• Spermiogenesis. Proses transformasi dari Spermatid menjadi Spermatozoa, (Golgi phase à Cap phase à Acrosomal phase à Maturation phase)
• Struktur Spermatozoa
 Kepala (Head)
 Bagian tengah (Middle piece)
 Bagian utama (Principal piece)
 Bagian akhir (End piece)
• Siklus epitel tubulus seminiferous
a) Satu spermatogonium dalam proliferasi dan perkembangan salanjutnya selalu saling berhubungan sehingga dapat saling memberikan informasi dan selalu mensinkronisasikan perkembangannya dan berada dalam stadium maturasi tertentu.
b) Pemeriksaan yang mendalam menunjukkan ada 6 kemungkinan sifat hubungan sel yang berhubungan dengan tipe perkembangan pertumbuhan yang disebut Stadium spermatogenesis (Stages of Spermatogenesis)
c) Pada pemeriksaan yang teliti dengan memberikan bahan radioaktif “tritriated thymidine”menunjukkan bahwa radioaktifitas muncul berulang setiap 16 hari pada stadium spermatogenesis yang sama. Kurun waktu interval 16 hari disebut siklus tubulus seminiferous dan proses spermatogenesis perlu 4 siklus (64 hari).
d) Pemeriksaan satu tubulus seminiferous (pada satu daerah tertentu) menunjukkan tingkat maturasi tertentu dan pada jarak tertentu dari daerah tersebut (dalam tubulus yang sama), ditemukan daerah dengan stadium maturasi sama dengan yang pertama tadi. Jarak dua daerah yang mempunyai stadium yang sama disebut “wave of the seminiferous epithelium”.
e) Pada manusia didapatkan 6 gelombang tubulus seminiferous (wave of the seminiferous tubule) yang sesuai dengan 6 stadium pematangan yang berbeda-beda (six repeating waves of the seminiferous epithelium, coresponding to the six stages).
• Sel interstisial Leyding
Diantara tubulus yang bergelung ditemukan jaringan ikat longgar kaya vaskuler mengandung fibroblast, mast cell, dan koleksi sel interstisial Leydig menghasilkan testosteron dan mengandung kristal Reinke, selanjutnya setelah tua sel Leydig mengandung pigmen lipochrome
• Histofisiologi testis
a) Fungsi utama testis adalah produksi sperma dan sintesis testosteron serta melepaskkannya (release)
b) Dibentuk sekitar 200 juta spermatozoa setiap hari.
c) LH dikeluarkan olah hipofise anterior àresepto LH pada sel Leydigàproduksi testosteron
d) FSH merangsang sel Sertoli àproduksi ABP dan Inhibin
e) ABP mengikat testoteron àdiberikan kepada spermatogonium untuk pertumbuhannya.
f) Inhibin menghambat pengeluaran FSH
g) Testosteron perlu untuk berfungsinya Vesikula seminalis,prostat dan kel Bulbouretralis perkembangan karakter sexual sekunder.

Duktus genetalis

1. Duktus genetalis intra testikuler :
a. Tubuli rekti
b. Rete testis
2. Duktus genetalis ekstra testikuler
a. Duktuli eferentes
b. Duktus epididimis
c. Duktus (vas) deferns
d. Duktus ejakulatorius
Tubuli rekti
1/2 proksimal dilapisi oleh sel Sertoli, ½ distal dilapisi oleh sel kuboid dengan mikrovili tumpul dan flagelum tunggal.
Duktus Eferen
1. Ada 10-20 tubuli eferentes.
2. Dilapisi oleh non ciliated cuboidal cells berselang –seling dengan ciliated columnar cell.
3. Sel kuboid meresorbsi cairan yang dikeluarkan sel Sertoli sedangkan cilia pada sel kolumnar untuk mendorong sperma

Duktus epididimis
• Panjang 4-6 M bergelung àmenjadi hanya 7 Cm
• Dibagi dalam kepala,badan dan ekor
• Lumen dibatasi oleh epitel berlapis semu terdiri dari sel basal pendek dan sel principal tinggi
• Sel basal sebagai cadangan (stem cells)
• Sel principal tinggi mempunyai banyak strereocilia, banyak vesikel pinositotik,hasil resorbsi sisa-sisa sitoplasma yang tidak /belum difagositosis oleh sel Sertoli.
• Sel principal tinggi memproduksi glycerophosphocholine untuk mencegah spermatozoon membuahi oocyte sekunder sebelum masuk saluran genital wanita
• Epitel duktus epididimis melekat pada membrana basal, dikelilingi oleh otot polos tersusun sirkuler memungkinkan kontraksi peristaltik mendorong spermatozoa kedalam duktus deferens.
Duktus (vas) deferens
• Dilapisi oleh pseudostratified columnar epithelium yang mempunyai stereocilia seperti duktus epididimis walaupun sel principalnya lebih pendek
• Melekat pada lamina basal dikelilingi oleh jaringan ikat fibroelastik yang mempunyai banyak lipatanàlumen tidak teratur
• Lapisan diluarnya dikelilingi oleh otot polos tersusun longitudinal didalam, sirkuler ditengah dan longitidinal lagi dibagian luarnya
• Keluarga berencana dapat dilakukan dengan memotong duktus deferens
Duktus ejakulatorius
• Tubulus pendek, lurus, menembus kelenjar Prostate àuretra segmen prostate pada Colliculus seminalis
• Dilapisi oleh epitel columnar selapis
• Jaringan ikat subepitelial melekuk, tidak mempunyai otot polos.

Kelenjar genetalis pria
1. Vesikula seminalis
2. Kelenjar Prostat
3. Kelenjar Bulbouretralis
4. Histofisiologi kelenjar genetalia pria
Vesikula seminalis
• Panjang 15 Cm, sepasang, dengan mukosa sangat melekuk-lekuk àmembentuk “labyrinth-like cul-de-sacs dalam 3 dimensi
• Dilapisi oleh pseudostratified columnar epithelium
• Sel columner mempunyai banyak mikrovili pendek dan flagelum tunggal
• Sel columnar tingginya tergantung kepada banyak sedikitnya testosteron.
• Lapisan dibawahnya merupakan jaringan ikat fibroelastik
• Dibagian luarnya dilapisi oleh otot polos tersusun sirkuler didalam dan longitudinal diluar.
• Menghasilkan “Fructosa-rich-fluid” (70 % volume semen) dan lipochrome yang memberi warna kekuningan pada semen


Kelenjar Prostate
• Kelenjar genital pria yang terbesar. Dikelilingi kapsul jaringan ikat yang kaya vaskuler dan mengandung otot polos. Stroma kelenjar prostate merupakan jaringan ikat fibromuskuler.
• Mempunyai 2 kelompok kelenjar “compound tubuloalveolar glands”mukosal submukosal dan kelenjar utama
• Masing-masing kelompok mempunyai saluran sendir-sendiri masuk kedalam uretra segmen prostate
• Dilapisi oleh “pseudostratified columnar epithelium”
• Sekresi kelenjar prostate berupa kelenjar serous mengandung lipids,enzym proteolitik,fosfatase asam,fibrinolysin dan asam citrate.
• Sekresi kelenjar dengan MC, sering terlihat mengeras disebut corpora amylacea.
• Syntesis dan pengeluaran sekret tergantung kepada ada/tidak adanya dihydrotestosteron.
• Pada pria berusia lanjut sering ditemukan Hiperplasia prostate atau Adenocarcinoma prostate yang dapat diobati dengan TUR atau Prostatektomi.
Kelenjar Bulbouretralis
• Disebut juga kelenjar Cowper, terletak pada dasar penis sebelum uretra segmen membranosa.
• Kelenjar tubo alveolar dilapisi oleh epitel selapis kubik / Columnar, à sekret yang kental,licin untuk melumati (melicinkan) lumen uretra
Histofisiologi kelenjar genital
• Sekret kelenjar bumbouretralis melicinkan uretra segmen penis yang keluar sewaktu mulai ereksi
• Sekret kelenjar prostate membantu meningkatkan motilitas spermatozoa.
• Sekret vesikula seminalis memberikan energi dan media yang bagus untuk motilitas spermma

Penis

1. Struktur jaringan erektil
a).Dua corpora cvernosa
b).Corpus spongiosum àglans penis
c).Prepuce.
2. Mekanisme ereksi, ejakulasi dan Detumescene
Struktur jaringan erektil
• Dua corpora cavernos, lumen paling lebar ditengah, dikelilingi trabekula jaringan ikat yang mengandung otot polos.
• Pendarahan corpora cavernosa berasal dari percabangan arteri dorsalis penis àpleksus kapiler atau helical arteri àcorora cavernosa àereksi, Aliran vena melaui vena dorsalis penis
Mekanisme ereksi,ejakulasi dan detumescene
• Sewaktu flacid darah melewati Arteroveous anastomosis, ketika ereksi Arterovenous tertutup (karena rangsangan parasimpatis)
• Ereksi diikuti oleh ejakulasi yang diatur oleh saraf simpatis, setelah ejakulasi maka saraf parasimpatis mereda àanastomosi terbuka kembali,


Minggu, Desember 28, 2008

kesehatan ReprOdukSi

0 komentar
Kesehatan Reproduksi

Definisi:
Keadaan kesejahtraan fisik, mental dan sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam segala asfek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. (WHO, 1992)

Tujuan & sasaran Kespro
Tujuan: meningkatkan kesadaran & kemandirian perempuan dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya, sehingga hak-hak reproduksinya dapat terpenuhi untuk peningkatan kualitas hidup

Sasaran: perempuan dan laki-laki (peran dan tanggung jawab sosial laki-laki terhadap akibat dari prilaku seksual & fertilitasnya kepada kesehatan dan kesejahteraan pasangan & anaknya


Ruang lingkup masalah kespro
Mengikuti siklus kehidupan keluarga

Reproduksi Sehat
Reproduksi berasal dari kata “re” dan “produksi” yang artinya memproduksi kembali.
Fungsi reproduksi adalah fungsi dasar manusia yaitu keturunan. Jadi yang dimaksud Reproduksi sehat adalah prilaku dan sikap yang dimiliki individu yang berkaitan dengan organ-organ reproduksi dan fungsinya.

Apa yang dimaksud Pubertas
Masa peralihan dari anak-anak secara berangsur-angsur menjadi dewasa yaitu masa individu mulai matang secara seksual dan secara biologis telah mampu memproduksi anak

PERUBAHAN FISIK (Pubertas)
Pria
tampak dari luar:
• otot menguat; tumbuh jakun;
• tumbuh bulu-bulu di ketiak, muka (kumis, janggut), dan di sekitar kemaluan;
• kulit dan rambut berminyak;
• suara menjadi besar (berat);
• penis dan buah zakar membesar
• tidak tampak dari luar : mimpi basah

PERUBAHAN BIOLOGIS MASA REMAJA

Apa yang dimaksud Menstruasi
Adalah peristiwa lepasnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah
Bila tidak terjadi pembuahan oleh sperma maka sel telur akan luruh à darah mens biasanya berlangsung 3-7 hari.
Waktu hari pertama sampai datangnya hari pertama periode berikutnya disebut siklus menstruasi (umumnya 28 hari)
Mimpi Basah

Organ Reproduksi Pria & Wanita
1. Wanita
A. Bagian Luar
Labia Mayora (bibir besar)
Labia Minora (bibir kecil)
Klitoris / klentit à banyak mengandung serabut saraf sehingga mudah terangsang
Lubang Vagina
B. Bagian Dalam
Liang Vagina
tempat bersenggama / hubungan seks, tempat keluarnya bayi saat melahirkan dan keluarnya darah mentruasi
Cervik (leher rahim)
Rahim / Uterus à tempat calon bayi dibesarkan
Saluran telur / tuba falopii à saluran dikiri dan kanan rahim yang berfungsi untuk dilalui oleh ovum dari indung telur menuju rahim
Ovarium (indung telur) à organ dikiri dan kanan rahim, berfungsi mengeluarkan sel telur (ovum). Sebulan sekali indung telur kiri dan kanan secara bergiliran mengeluarkan telur

Cara Merawat Kesehatan Organ-organ Reproduksi
Laki-laki dan Perempuan :
- Bersihkan alat kelamin dengan air bersih, dari depan ke belakang
- Mengganti celana dalam min. 2x sehari
- Gunakan celana yang menyerap keringat dan tidak ketat
- Menggunting rambut kemaluan
Laki-laki : sunat
Perempuan :
- Gunakan pembalut ketika menstruasi
- Ganti pembalut minimal 4 kali dalam sehari
- Sebaiknya tidak menggunakan cairan pembersih vagina dan pantyliner
Kehamilan
Usia ideal untuk hamil dan melahirkan à 20 – 30 thn
Ada 3 hal yang perlu diperhatian bagi perempuan:
1. Kesiapan fisik
2. Kesiapan Pengetahuan tumbuh kembang balita
3. kesiapan mental/emosi/psikologis
4. Kesiapan sosial / ekonomi.

Perubahan Emosi
1. Mulai tertarik pada lawan jenis
• Wanita ingin mempercantik diri
• Pria terdorong menunjukkan kejantanannya
• Perubahan kejiwaan, biasanya rendah diri, pemalu, cemas, bimbang dan salah tingkah bila menghadapi lawan jenis.
• Usia remaja lebih senang berkumpul di luar rumah
2. Sering membantah orang tua, ingin menonjolkan diri dan kurang pertimbangan
3. Remaja putri saat menjelang haid menjadi lebih perasa, mudah sedih, marah dan cemas tanpa alasan.
Kekerasan dalam pacaran
• Hubungan seks diluar nikah
• KTD dan Aborsi tak aman
• Hamil dan melahirkan pada usia dini
• Penggunaan Narkoba

SEKS
Resiko Berhubungan Seks pra nikah
• Hilangnya Keperawanan dan Keperjakaan
• Ketagihan
• Hubungan Cinta Tak Lagi Mulus dan tulus
• Hamil
• Aborsi dengan Segala Risikonya
• PMS dan HIV/AIDS
• ISR
• Gangguan Fungsi Seksual
• Perasaan Malu, Bersalah, Berdosa
• Perasaan Tak Berharga


Jumat, Desember 26, 2008

epiteL dan keLenjar

1 komentar
EPITEL DAN KELENJAR GLANDS
P.J.Soehandono,dr. SpPA.


Empat jaringan dasar
1. Epitel
2. Jaringan ikat
3. Otot
4. Saraf.

Fungsi jaringan epitel
1. Proteksi.
2. Transportasi antar sel melewati lapisan epitel
3. Sekresi, kelenjar
4. Absorsi pada saluran intestinal
5. Kontrol gerakan diantar komparteman tubuh dengan cara permeabilitas selective.
6. Sensasi.

Jaringan epitel
I. Epitel membrane
II. Kelenjar.

I. Epitel
1. Polaritas dan Spesialisasi permukaan.
2. Klasifikasi Epitel membran.
3. Pembaharuan (penggantian) sel Epitel

1. Polaritas sprsialisasi permukaan sel
• Apical Domain
• Basolateral domain
• Spesialisasi membrana lateralis
• Spesialisasi permukaan basal



Domain Apical
1. Microvilli
2. Cilia
3. Flagella

Domain Basolateral
1. Terbagi menjadi dua regio (daerah)
a. Membrana plasma lateral.
b. Membrana plasma basal.
2. Setiap regio (daerah) mempunyai spesialisasi sendiri dan reseptor untuk hormion dan neuro-transmitter
3. Kaya Na+ - K+ ATP ase, dan kanal ion dan tempat untuk constitutive secretion.


Spesialisasi membrana lateralis
• Zonula occludentes
• Desmosomes (Macula adherentes)
• Gap junction

Spesialisasi permukaan basal
• Lekukan membrana plasma.
• Hemidesmosome
2. Klasifikasi epitel membrane
a. Epitel gepeng selapis
b. Epitel kubik selapis
c. Epitel silindris (toraks) selapis
d. Epitel gepeng berlapis (tanpa lapisan tanduk)
e. Epitel gepeng berlapis dengan lapisan tanduk)
f. Epitel kubik berlapis
g. Epitel silindris berlapis
h. Epitel transisional
i. Epitel silindris berlapis semu

Epitel selapis gepeng
• Melapisi alveolus
• Melapisi angsa Henle ginjal
• Melapisis lapisan parietal membrana Bowman ginjal
• Endotel melapisi pembuluh darah dan limfel
• Mesotel melapisi rongga pleura dan peritoneum
• Melapisi telingan tengah dan dalam

Epitel kubik selapis
• Melapisi duktus banyak kelenjar badan
• Melapisi permukaan ovarium.
• Membentuk beberapa tubulus ginjal
• Fungsi: sekresi, absorbsi dan proteksi

Epitel selapis silindris
• Melapisi saluran cerna, kandung empedu, kelenjar saluran cerna, dapat mengandung mikrovili
• Melapisi cavum uteri dan saluran tuba.
• Melapisi duktus eferent
• Melapisi bronkhus kecil
• Melapisi sinus paranasal (bersilia)

Epitel gepeng berlapis tanpa keratin
1. Melapisi mulut
2. Melapisi faring
3. Melapisi esofagus
4. Melapisi pita suara sejati
5. Melapisi vagina
6. 1 à 5 merupakan daerah basah
Epitel gepeng berlapis dengan keratin
• Sama dengan epitel gepeng berlapis tetapi dengan lapisan keratin
• Kulit
• Lapisan kuat tahan friksi dan kedap air.

Epitel kubik berlapis
• Sel kubik (2-3 lapis)
• Melapisi duktus kelenjar keringat
• Absorbsi dan sekresi.

Epitel silindris selapis
• Sel silindris (2-3 lapis)
• Conjunctiva mata, duktus sekretorik yang besar, bagian dari uretyra pria.
• Sekresi, absorbsi dan proteksi.

Epitel transisional
• Bentuk kubah (relax ), mendatar ( meregang)
• Melapisi saluran urine dari kalises sampai uretra

Epitel silindris berlapis semu
• Semua sel melekat pada membrana basalis, tidak semua sel mencapai permukaan, selurunya merupakan sel silindris.
• Melapisi trakhea, bronkhus primer, epididimis, duktus deferen, tuba auditifa, bagian dari rongga timpani, cavum timpani, cavum nasi, sakus lakrimalis, epididymis, and ductus deferens, uretra pria, duktus sekretoy yang besar
• Sekresi, absorbsi, lumbrikasi, peoteksi dan transportasi..
3. Pembaharuan sel epitel
• Epidermis akan selalu diperbaharui sekitar setiap 28 hari
• Epitel yang melapisi intestinum akan diperbaharui setiap 4-6 hari .

II. Kelenjar
1. Kelenjar eksokrin.
2. Kelenjar uniseluler.
3. Kelenjar multiseluler.
4. Kelenjar endokrin.
5. Diffuse Neuroendocrine System (DNES)

Tergantung pada jarak cytokine menuju sel target
1. Autocrine, memberikan sinyal kepada sel yang memproduksi sendiri
2. Paracrine. Sel target berada disekitar yang memproduksi àcytokine tidak harus masuk pembuluh darah
3. Endocrine.Sel target jauh dari sel endokrin àcytokine harus masuk pembuluh darah asau saluran limfe.




Kelenjar eksokrin multiseluler
1. Tubuler, acinar, alveolar (menyerupai buah anggur) dan tubuloalveolar
2. Tubulus simpel, tubulus simpel bercabang, tubulus simpel bergelung, asiner simpel, asiner simpel bercabang, tubuler compound, asiner compound, dan tubuloasiner compound.
3. Capsule à septa à lobes à lobules
4. Sel myoepitel à dapat berkomtraksi

Kelenjar endokrin
• Sekresi hormon langsung masuk pembuluh darah atau limfe.
• Kelenjar endokrin utama adalah: pituitary, adrenal,thyroid, parathyroid, pineal,ovaries, plasenta, testis, pulau-pulau Langerhans dan sel Intersitial Leydig
• Hormon termasuk peptida, protein, modifikasi asam amino, steroid dan glycoprotein.

Diffused Neuroendocrine System (DNES)
• Dahulu disebut APUD (Amine Precursor Uptake Decarboxilase), Argyrophyl dan sel Argentaffin
• Kelenjar Paracrin
• Tersebar diseluruh tubuh termasuk sekitar 35 jenis sel dalam sistem respirasi, urunarius dan gastrointestinal


Kamis, Desember 25, 2008

SIstem Endokrine

0 komentar
SISTEM ENDOKRINE
P.J. Soehandono, dr. SpPA.

Kelenjar eksokrin: Kelenjar yang mengeluarkan sekresi nya melalui saluran dan dikeluarkan ke suatu permukaan
Kelenjar endokrin: Kelenjar yang mengeluarkan sekresinya yang disebut hormon langsung masuk kedalam pembuluh darah

Hormon
• Hormon adalah protein (bahan kimiawi) yang bertugas membawa pesan ke sel / organ target; dihasilkan oleh kelenjar endokrin, masuk kedalam pembuluh darah untuk dibawa ke sel / jaringan / organ target.
• Hormon akan bekerja apabila sel / jaringan target mempunyai reseptor yang pas (cocok, sesuai).
• Reseptor dapat berada pada permukaan sel (membrana sel) atau didalam sitoplasma.
• Berdasarkan jauh dekatnya sel, jaringan target maka dikenal:
a) Parakrin, hormon ini bekerja di tempat yang sangat dekat dari tempat produksinya disalurkan melalui pembuluh darah. (Gastrin, dihasilkan oleh sel pada pylorus dan bekerja pada kel.fundus gaster menstimuli produksi HCL)
b) Juxtacrin, hormon ini sampai ke sel / jaringan target melalui cairan ekstra seluler.Contoh. Somatostatin, diproduksi oleh sel Lngerhans dan bekerja menghambat sekresi insulin.
c) Autocrin, diproduksi dan dipergunakan oleh sel yang sama (Insulin- like growth factor,IGF, diproduksi oleh beberapa sel dan dipergunakan sendiri)

Hipofisis (Pituitari)
1. Adenohypopyisis (hipofise anterior)
a. Pars distalis (anterior)
b. Pars intermedia
c. Pars tuberalis.
2. Neurohipofise (hipofise posterior)
a. Median eminence
b. Infundibulum
c. Pars nervosa

Pada kehidupan post natal hanya ditemukan kelompokan sel yang menonjol kedalam pars nervosa hipofisis, fungsinya belum jelas benar.
Pars tuberalis, hanya 25-60 mikron tebalnya mengelilingi infundibulum.
a. Sel bentuk kuboid
b. Mengandung granula berisi lipid droplet, kadang-kadang koloid droplet dan mengandung Glikogen yang hanya ada dihipofisis
Suplay darah dan kontrol sekresi
Cabang dari aerteri carotis interna
1. A.hipofise superior à pars tuberalis dan infundibulum.
2. Plexus capiler primer à median eminence
3. A.hipofise inferioràlobus post.

Sekresi hipotalamus
1. Sel “neuroscretory’ pada Hipotalamus mensekresi “releasing dan inhibitory” hormon yang menstimuli atau menginhibisi aktifitas Hipifise anterior.
2. Sesuai dengan rangsangan dari releasing atau inhibitory hormon maka Hipofise akan mensekresi : GH, Prolactin, LH, FSH, TSH dan ACTH atau penghambat hormon tersebut diatas.
3. Nukleus supraoptik memproduksi ADH (Anti Diuretic Hormon ) dan selanjutnta disimpan dalam hipofise posterior
4. Nukleus paraventrikuler memproduksi Oxitocin (vasopresin) dan selanjutnya disimpan dalam hipofise posterior



Adenohipofise (Hipofise anterior)
Berkembang dari kantong Rathke suatu divertikuum dari oral ektoderm menjadi :
1. Pars distalis ( lobus anterior)
2. Pars intermedia
3. Pars tuberalis
Pars distalis
• Somatotropin( GH) à dirangsang SRH, dihambat Somatostatin
• Prolactin à dirangsang PRH, dihambat oleh PIF
• ACTH à dirangsang CRH, dihambat oleh ACTH IF
• FSH à dirangsang GnRH, dihambat inhibin
• LH (pada pria ICSH) à dirangsang GnRH
• TSH à dirangsang TRH,dihambat oleh negatif feeback hasil sekresi Tiroid
Pars intermedia
Mensekresi MSH merangsang pembentukan pigmen Melanin, tetapi pada manusia belum jelas betul
Pars Nervosa
Tempat menyimpan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus yaitu:
a) Oxitosin àkontraksi otot polos
b) Vasopressin (ADH) à meningkatkan resorbsi air pada tubulus ginjal à tensi darah meningkat
c) Nukleus paraventrikuler pada Hipotalamus mensekresi Oxitosin dan disimpan didalam Neurohipofise.
d) Nukleus supraoptik mensekresi ADH dan disimpan didalam Neurohipofise.
e) Neurosekretoric nukleus memproduksi releasing hormon dan inhibitory hormone
f) Masuknya hormon c) dan d) ke dalam darah atas rangsangan releasing hormon

Neurohipofise (Hipofise posterior)
Berkembang dari pertumbuhan kebawah.
Dari Hipotalamus menjadi:
1. Median eminence
2. Infundibulum (lanjutan Hipotalamus)
3. Pars nervosa Neurohipofise
Traktus Hipotalamohipofisis
1. Axon tidak bermyelin (ditopang oleh pituisit sebagai sel glia), berasal dari Nukleus supra optic dan paraventrikuler menuju hipofise posterior (traktus hipotalamohipofisis).
2. Kedua inti diatas mensyntesis ADH dan Oxitocin àmenuju ke hipofise posterior à disimpan dalam granule (Hering bodies).
3. Kedua nukleus tersebut juga mensintesis neurophysin suatu “carrier protein” yang mengikat 2 hormon diatas dalam perjalanan menuju hipofise posterior

Kelenjar Tiroid
• Sekresi T4 (tiroxin,tetraiodotironin), T3 (triiodotironin) dan Calcitonin
• Terdiri atas lobus kanan dan kiri dipisahkan oleh istmus
• Pada beberapa orang ditemukan lobus piramidal (lobus tambahan),merupakan sisa dari Tiroid primordial yang tumbuh dari dasar lidah melalui jalan duktus Tiroglossus
Organisasi seluler
1. Sel folikuleràtersusun mengelilingi folikel tiroid tempat menyimpan hormon Tiroid yang terikat dengan glikoprotein disebut Tiroglobulin (hormon jenis lain disimpan dalam sel parenkhim); folikel dikelilingi pembuluh darah kapiler.
2. Sel parafolikuler tersebar diantara folikel Tiroid (sel C)

Sel folikuler (sel prinsipal)
• Sel pipih à sel columnar rendah.
• Inti bulat,RER,Ribosome bebas, Lysosome, Mitokondria, Aparatus Golgi,banyak vesikel diduga mengandung tiroglobulin.
• Jodium berada didalam folikel, penting untuk membentuk T3 dan T4àmenstimuli metabolisme badan
Sel parafolikuler (sel C,sel jernih atau clear cells)
• Tersebar diantara folikel Tiroid
• Sel ini 2-3 kali lebih besar dari sel folikuler tetapi jumlahnya hanya 0,1 % dari seluruh sel epitel dalam kelenjar Tiroid.
• Inti bulat, RER, mitokondria panjang, Aparatus Golgi, secretory granule berisi Calcitonin (tirocalcitonin) àmenghambat aktifitas osteoklas dalam meresorbsi tulang

Sintesa dan ekskresi hormon Tiroid (T3 dan T4)
Efek fisiologi T3 dan T4
1. meningkatkan metabolisme Karbohidrat
2. Menghambat sintesa cholesterol,fosfolipid dan trigliserde
3. Menurunkan berat badan dan menambah denyut jantung
4. Meningkatkan metabolisme, aktifitas respirasi, nafsu makan, kontraksi otot (tremor), lelah, impoten pada pria, DUB pada wanita.

Kelenjar paratiroid.
• Jumlahnya ada 4 buah terletak pada bagian belakang kel.Tiroid dan masing-masing dibungkus oleh kapsul jaringan ikat kolagen.
• Memproduksi hormon Paratiroid (PTH) yang bekerja pada tulang, ginjal dan intestinum mempertahankan konsentrasi Calsium darah.

Organisasi seluler
• Panjang 5mm, lebar 4 mm, tebal 2mm, berat 25 – 50 mg.
• Dari kapsul à septa-septa à mengandung pemb.darah, saraf dan limfe.
• Mengandung 2 macam sel Chief cells dan oxyphyl cells

Chief cells
• 5-8 mikrometer mengandung granula lipofuscin mengandung paratiroid hormone
• Ribosome memproduksi preproparatiroid hormon dan disimpan dalam RES sebagai proparatiroid hormonà disimpan dalam granula sekresi sebagai PTH à exositosis

Oxyphil cells.
• Sebagai sel intermediate ?,penunjang ? belum jelas.
• Jumlah lebih sedikit daripada chief cell.
• Mitokondria lebih banyak tetapi RES dan Gogi lebih sedikit.
• Glucosa banyak disekitar mitokondria.

Efek fisiologi PTH
1. PTH menstimuli tulang, ginjal dan secara tidak langsung intestinum.
2. Bila calsium darah berkurang àPTH dapat segera dibentuk karena calsium sangat diperlukan dalam mempetahankan homeostasis dalam impuls saraf, plasmalema dan otot.
Korelasi klinik
1. Hiperparatiroidisme primer karena tumor paratiroid.
2. Hiperparatiroidisme sekunder karena penyakit Rickets akibat defisiensi vitamin D à absorbsi calsium intestinum rendah àkonpensasi produksi PTH harus ditambah à keropos tulang, tumor tulang hiperparatiroidi

Kelenjar suprarenal (Adrenal)
• Terletak pada puncak kedua ginjal manusia
• Dibagi dalam 2 bagian Cortex dan medula
• Cortex dibentuk oleh
a. Zona glomerulosa à aldosteron
b. Zona fasikulata à Cortison
c. Zona reticularis à Testosteron
• Medula àEpinefrin dan norepinefrin
• Fungsi utama dari kelenjar adrenal adalah mempertahankan lingkungan dalam badan agar berada dalam keadanan konstan.
• Sekresi kelenjar korteks dirangsang oleh ACTH
• Sekresi kelenjar medula dirangsang oleh nukleus dalam Hipotalamus melelui saraf Splachnikus melalui saraf simpatis yang berakhir diantara sel medulla.atas respons terhadap takut, stress menyebabkan denyut jantung naik dan masunya glukosa dari hati

Cortex suprarenal
• Zona glomerulosa àmineralokortikoid contoh : aldosteron
• Zona Fasikulataàglukokortikoid ; contoh : kortison
• Zona Retikularisàsex hormon

Medula suprarenalis
• Sel Chromafin
• Menghasilkan epinefrin dan norepinefrin
• Dianggap sebagai “modified symphatetic ganglion” terdiri atas postganglionic neuron tanpa dendrit dan akson.

Histofisiologi kelenjar suprarenalis
• Menghasilkan mineralokortikoid (aldosteron), glukocortikoid, dan androgen.
• Mempertahankan keseimbangan “internal environtment”dengan memberikan respons fisiologis terhadap stress akut, jejas, atau kekurangan nutrisi dan air dalam kurun waktu lama.

Kelenjar Pineal (Pineal body)
• Sekresinya dipengaruhi oleh periode terang dan gelap dari hari
• Projeksi dari diensefalon
• Dilapisi oleh piamater yang selanjutnya membagi dalam lobus incomplet dimana suplay darah menuju ke kelenjar
• Dibentuk oleh sel pinealosit dan sel interstisial
Pinealosit
• Inti sferis, SER, RER,Golgi, Mitikondria, Cytoskeleton
• Produksi Melantonin (disekresi waktu malam)àngantuk , serotonin (diproduksi pada siang hari)
• Dapat mengeliminasi radikal bebas pada waktu stress
• Di negeri kutub melantonin berlebih àseasonal afective disorder (SAD) à malas dan cenderung depresi dan mempengaruhi cyclic gonadal activity
Sel interstisial
• Semacam sel gilia
• Mengandung pengendapan kalsium disebut aranacea (pasir otak)

Kelenjar Timus
• Produksi hormon Timosin alfa, beta 1 sampai lima (B1àB5), timopoietin I dan II, Thimic Humoral Factor (THF), Thymostimulin factor thymic serum (FTS)
• Fungsinya: maturasi sel T, membantu aktifitas sel limfosit B, mempangaruhi sekresi hormon reproduksi dari hipofise.
• Sel targenya adalah Limfosit T dan B

Hormon pada saluran cerna
1. Secretin.
a. Hormon poliperpida yang diproduksi oleh mukosa duodenum
b. Merangsang sekresi “pancreatic juice”yang kaya bicarbonate untuk menetralisisir asam dalam usus (sel targetnya adalah sel pankreas)
2. Cholecystokinin (CCK).
a. Diproduksi oleh mukosa duodenum
b. Menstimuli kontraksi kantong empedu dan sekresi “pancreatic juice”.
c. Dikenal juga 2 hormon yang bekerja pada usus (villikinin,merangsang kontraksi villi dan motilin, merangsang motilitas usus) dan 2 hormon lain yang bekerja pada lambung yaitu bombesin, merangsang sekresi asam lambung dan menghambat motilitas lambung serta “gastric – Inhibitory polipeptida”yang menghambat sekresi asam lambung
3. Gastrin
a. Diproduksi oleh musosa lambung
b. Merangsang sekresi asam lambung dan enzym digestive

Placenta
• Organ yang berkembang pada wanita hamil merupakan sumber nutrisi bagi fetus yang sedang berkembang.
• Memproduksi estrogen, progesteron dan “human choreonic gonadotrofic hormon” (HCG)

Prostaglandin
• Substansi asam lemak tidak jenuh yang terdiri dari 20 Carbon.
• Dibentuk oleh asam lemak yang membentuk struktur membrana sel àstruktur tipe khusus prostaglandin tergantung dari asam lemakyang ada dalam membrana selMula – mula diduga berasal dari prostat àprostaglandin
• Dikenal ada 16 jenis prostaglandin yang termasuk dalam 9 klas prostaglandin yang diberi nama PGAàPGJà àPGI
• Mulai dikenal mula-mula diproduksi di kelenjar grostat maka diberikan nama prostaglendin, belakangan dikenal ada 16 jenis prostaglandin yang termasuk dalam 9 klas prostaglandin yang diberi nama PGAà PGI